Presiden Prabowo Kunjungi Gorontalo, Soroti Ketahanan Pangan di Puncak PENAS XVII
Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Provinsi Gorontalo pada Rabu, 24 Juni 2026, dalam rangka kunjungan kerja penting. Kepala Negara dijadwalkan menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo. Kehadiran Presiden Prabowo menggarisbawahi komitmen serius pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan perikanan, dua pilar utama ketahanan pangan nasional.
Presiden beserta rombongan terbatas lepas landas menggunakan pesawat kepresidenan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 08.00 WIB. Kunjungan ini diharapkan membawa angin segar bagi para petani dan nelayan di seluruh Indonesia, sekaligus menjadi ajang dialog strategis antara pemerintah pusat dengan pelaku di lapangan.
Mengapa PENAS Petani dan Nelayan XVII Penting?
Pekan Nasional Petani dan Nelayan (PENAS) merupakan forum akbar yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali, mempertemukan puluhan ribu petani, nelayan, penyuluh, peneliti, dan stakeholder terkait dari seluruh penjuru Indonesia. Sejak pertama kali digagas pada tahun 1971, PENAS telah menjadi wadah vital untuk:
- Peningkatan Kapasitas dan Pengetahuan: Memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan teknologi terkini dalam usaha pertanian dan perikanan.
- Pameran Inovasi: Memamerkan berbagai inovasi teknologi, produk unggulan, dan praktik terbaik dari sektor pertanian dan perikanan.
- Advokasi Kebijakan: Menjadi sarana bagi para pelaku utama untuk menyampaikan aspirasi dan masukan kepada pemerintah terkait kebijakan yang berpihak kepada petani dan nelayan.
- Jaringan dan Kemitraan: Membangun jejaring kerja sama dan kemitraan strategis antara petani, nelayan, swasta, pemerintah, dan lembaga penelitian.
Tema PENAS XVII di Gorontalo, “Memantapkan Penguatan Potensi dan Posisi Tani Nelayan sebagai Pelaku Utama Pembangunan Pertanian dan Perikanan yang Mandiri, Maju, dan Modern,” selaras dengan visi Presiden Prabowo dalam mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan dukungan penuh negara terhadap perjuangan petani dan nelayan.
Agenda Presiden dan Harapan di Gorontalo
Selama di Gorontalo, Presiden Prabowo dijadwalkan tidak hanya menghadiri puncak acara seremonial, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para peserta PENAS. Beliau direncanakan meninjau berbagai stan pameran teknologi pertanian dan perikanan, serta melakukan dialog terbuka dengan perwakilan petani dan nelayan dari berbagai daerah. Fokus utama pembahasan kemungkinan besar mencakup:
* Stabilisasi Harga Pangan dan Input Produksi: Strategi pemerintah untuk memastikan harga pupuk, benih, dan pakan ternak/ikan terjangkau.
* Modernisasi Pertanian dan Perikanan: Pemanfaatan teknologi digital dan mekanisasi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
* Akses Pasar dan Rantai Pasok: Memperkuat konektivitas antara produsen dan konsumen serta mengurangi disparitas harga.
* Penguatan Kelembagaan Petani dan Nelayan: Dukungan terhadap koperasi dan kelompok tani/nelayan sebagai ujung tombak penggerak ekonomi desa.
Sebelumnya, pemerintah telah meluncurkan berbagai program seperti Kartu Tani dan Nelayan, serta bantuan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus sektor ini. Kehadiran Presiden di Gorontalo akan menjadi momentum untuk mengevaluasi efektivitas program-program tersebut dan merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Diharapkan, kunjungan ini akan mempercepat implementasi kebijakan yang pro-petani dan nelayan, serta memotivasi mereka untuk terus berinovasi.
Membangun Ketahanan Pangan Nasional dari Gorontalo
Gorontalo, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung dan memiliki potensi perikanan yang melimpah, menjadi tuan rumah yang sangat relevan untuk PENAS XVII. Pemilihan lokasi ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendistribusikan pembangunan secara merata dan mengangkat potensi daerah.
Isu ketahanan pangan kini menjadi sorotan global, dengan berbagai tantangan mulai dari perubahan iklim ekstrem, ancaman hama dan penyakit, hingga dinamika geopolitik. Presiden Prabowo secara konsisten menegaskan bahwa kedaulatan pangan adalah fondasi utama kedaulatan bangsa. Oleh karena itu, investasi pada sektor pertanian dan perikanan bukan hanya tentang ekonomi, melainkan juga tentang menjaga eksistensi dan kemandirian negara. Kunjungan ini diharapkan memberikan dorongan signifikan bagi pemerintah daerah dan masyarakat Gorontalo untuk terus mengoptimalkan sumber daya alamnya, sekaligus menjadi model bagi daerah lain dalam upaya mencapai swasembada pangan. Informasi lebih lanjut mengenai program dan kebijakan sektor pertanian dapat diakses melalui situs resmi Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Kunjungan kerja Presiden ke Gorontalo ini bukan hanya memenuhi agenda rutin, tetapi menjadi penanda kuat bahwa sektor pertanian dan perikanan tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ini adalah pesan harapan bagi jutaan petani dan nelayan yang menjadi garda terdepan penjaga kedaulatan pangan Indonesia.