Petugas dari dinas terkait mendemonstrasikan teknik penanganan daging kurban yang higienis dan sesuai syariat kepada panitia Iduladha di Kalimantan Timur. (Foto: kaltim.antaranews.com)
SAMARINDA – Menjelang perayaan Iduladha, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kembali menegaskan komitmennya dalam memastikan seluruh proses penanganan daging kurban di wilayahnya berjalan sesuai standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah daerah untuk melindungi kesehatan masyarakat dan menjaga keberkahan ibadah kurban.
Pemprov Kaltim terus menggencarkan edukasi intensif kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya para panitia kurban dan juru sembelih. Pemerintah Provinsi menyadari bahwa penanganan daging kurban yang tidak higienis atau tidak sesuai syariat dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari penurunan kualitas daging, potensi penyebaran penyakit zoonosis, hingga ketidakabsahan secara syar’i. Oleh karena itu, program edukasi ini menjadi sangat vital dalam menjamin daging kurban yang terdistribusi kepada masyarakat benar-benar memenuhi kriteria ASUH.
Memahami Prinsip ASUH dalam Daging Kurban
Prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) bukan sekadar slogan, melainkan pedoman komprehensif yang wajib panitia terapkan dalam setiap tahapan penanganan daging kurban. Berikut adalah penjabaran detailnya:
- Aman: Daging harus bebas dari segala bentuk cemaran, baik fisik (seperti tanah, kotoran), kimia (residu obat atau bahan berbahaya), maupun biologis (bakteri, virus, parasit). Penanganan yang aman mencegah kontaminasi silang dan pertumbuhan mikroorganisme patogen.
- Sehat: Daging berasal dari hewan kurban yang sehat, tidak menunjukkan gejala penyakit, serta mengandung nutrisi yang optimal bagi konsumsi manusia. Pemeriksaan antemortem (sebelum penyembelihan) dan postmortem (setelah penyembelihan) oleh petugas berwenang menjadi kunci penting.
- Utuh: Daging tidak mengalami pengurangan, penambahan, atau pencampuran dengan bahan lain yang dapat mengubah kualitas atau keasliannya. Selain itu, proses penyembelihan dan penanganan harus sesuai syariat Islam, memastikan tidak ada cacat yang mengurangi nilai kurban.
- Halal: Seluruh proses, mulai dari pemilihan hewan, penyembelihan, hingga distribusi, harus memenuhi kaidah syariat Islam. Ini mencakup tata cara penyembelihan yang benar, penggunaan alat yang bersih dan tajam, serta tidak tercampur dengan najis.
Langkah Praktis Penanganan Daging Kurban yang Higienis
Untuk mencapai standar ASUH, ada beberapa langkah praktis yang wajib panitia perhatikan, baik panitia kurban maupun masyarakat penerima. Edukasi Pemprov Kaltim menekankan poin-poin krusial ini:
1. Kebersihan Lokasi dan Peralatan:
- Pastikan area penyembelihan dan pencacahan daging bersih dari kotoran dan sampah. Sebisa mungkin, hindari menyembelih atau menaruh daging langsung di tanah.
- Gunakan peralatan seperti pisau, talenan, dan wadah yang telah dicuci bersih dan steril. Hindari penggunaan pisau yang sama untuk menyembelih dan mencacah.
- Sediakan fasilitas air bersih yang mengalir untuk membersihkan tangan dan peralatan.
2. Kebersihan Petugas Penanganan Daging:
- Petugas wajib mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan, apron, dan penutup kepala untuk mencegah kontaminasi dari tubuh atau pakaian.
- Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara berkala, terutama setelah memegang jeroan atau bagian kotor lainnya.
3. Proses Penyembelihan yang Benar:
- Pastikan hewan kurban dalam kondisi tenang sebelum disembelih.
- Gunakan pisau yang sangat tajam untuk memastikan proses penyembelihan berlangsung cepat dan meminimalkan penderitaan hewan, sekaligus sesuai syariat.
- Lakukan penyembelihan pada leher hewan dengan memutuskan saluran makanan (esofagus), saluran pernapasan (trakea), serta dua pembuluh darah besar (arteri karotis dan vena jugularis).
4. Penanganan Daging Pascabedah:
- Segera pisahkan daging dari jeroan untuk menghindari kontaminasi. Jeroan harus panitia tangani secara terpisah dan dicuci bersih.
- Gantung karkas untuk proses pengeluaran darah yang lebih sempurna (bleeding).
- Hindari kontak langsung daging dengan tanah atau permukaan kotor lainnya. Gunakan alas bersih atau wadah khusus.
- Panitia harus melakukan proses pemotongan dan pencacahan di tempat yang bersih dan higienis.
5. Pengemasan dan Distribusi yang Higienis:
- Hindari penggunaan kantong plastik hitam bekas yang tidak food-grade, karena berpotensi melepaskan zat berbahaya atau menimbulkan bau tidak sedap. Gunakan kantong plastik bening baru atau wadah yang aman untuk makanan.
- Panitia harus melakukan distribusi daging secepat mungkin. Jika memungkinkan, gunakan kotak pendingin untuk menjaga suhu daging tetap stabil selama proses distribusi.
Kolaborasi dan Peran Masyarakat
Edukasi mengenai penanganan daging kurban ASUH ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Pemprov Kaltim dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap keamanan pangan. Upaya ini sejalan dengan berbagai kebijakan dan panduan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian RI terkait penjaminan mutu dan keamanan pangan asal hewan. Program serupa telah rutin dilaksanakan setiap tahunnya, menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan warganya.
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mata rantai keamanan pangan ini. Penerima daging kurban diimbau untuk segera mengolah atau menyimpan daging di lemari pendingin jika tidak langsung dimasak. Daging kurban segar sebaiknya tidak disimpan terlalu lama di suhu ruangan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan menjaga kualitasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, panitia kurban, dan masyarakat, diharapkan perayaan Iduladha di Kalimantan Timur dapat berjalan lancar, penuh berkah, dan menghasilkan daging kurban yang benar-benar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal bagi semua.