Aksi para pemain Malut United dan PSM Makassar di Stadion Gelora Ki Raha Ternate dalam laga Super League 2025/2026 yang berakhir imbang 3-3, Sabtu (7/3). (Foto: cnnindonesia.com)
TERNATE – Pertandingan lanjutan Super League 2025/2026 menyajikan drama enam gol yang mendebarkan saat Malut United berhasil menahan imbang PSM Makassar dengan skor 3-3. Laga sengit ini berlangsung di Stadion Gelora Ki Raha, pada Sabtu (7/3) malam, dan diwarnai insiden tak terduga berupa gol bunuh diri dari pemain bintang PSM, Yakob Sayuri.
Drama Enam Gol di Gelora Ki Raha
Sejak peluit awal dibunyikan, intensitas pertandingan sudah terasa sangat tinggi. PSM Makassar, yang datang dengan ambisi meraih poin penuh di kandang lawan, langsung menerapkan tekanan ofensif. Hasilnya, PSM berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-15 melalui tendangan keras Kenzo Nambu yang tidak mampu dihalau kiper Malut United, Hendra Mole. Unggul 0-1, Juku Eja semakin percaya diri mengendalikan permainan.
Namun, Malut United tidak menyerah begitu saja di hadapan para pendukungnya. Mereka terus berupaya membongkar pertahanan rapat PSM dan akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-32. Umpan silang dari sisi kanan lapangan berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh penyerang asing Malut United, Jose Elmer, yang menyundul bola ke gawang PSM, mengubah skor menjadi 1-1.
Paruh kedua pertandingan dibuka dengan kejutan kembali dari PSM. Victor Dethan berhasil mencetak gol kedua bagi PSM pada menit ke-50, memanfaatkan kelengahan lini belakang Malut United. Skor kembali 1-2 untuk keunggulan tim tamu, seolah memberi isyarat bahwa PSM akan membawa pulang poin penuh.
Momen Krusial Gol Bunuh Diri Yakob Sayuri
Titik balik dramatis terjadi pada menit ke-65. Dalam situasi sepak pojok yang dilancarkan Malut United, terjadi kemelut di depan gawang PSM. Bola yang berusaha dihalau oleh Yakob Sayuri justru berbelok arah masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri ini secara mengejutkan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan sontak membangkitkan semangat juang Malut United, sekaligus membuat para pemain PSM terlihat frustrasi. Insiden ini menjadi topik perbincangan hangat di kalangan suporter dan pengamat sepak bola, mengingat pentingnya Yakob Sayuri bagi skema permainan PSM.
Berbekal momentum dari gol bunuh diri tersebut, Malut United semakin gencar melancarkan serangan. Tekanan berkelanjutan mereka membuahkan hasil pada menit ke-78. Penyerang lokal, Rifal Lastori, berhasil mencetak gol ketiga bagi Malut United melalui skema serangan balik cepat, membuat skor berbalik menjadi 3-2. Stadion Gelora Ki Raha pun bergemuruh menyambut keunggulan tim tuan rumah untuk pertama kalinya dalam pertandingan ini.
Analisis Permainan dan Strategi Pelatih
Pelatih Malut United, Imran Nahumarury, tampaknya berhasil meracik strategi yang adaptif, terutama setelah tertinggal dua kali. Perubahan taktik di babak kedua, dengan memasukkan pemain bertipe menyerang dan meningkatkan intensitas pressing, terbukti efektif dalam membalikkan keadaan. “Ini adalah hasil dari kerja keras tim dan semangat pantang menyerah. Kami memang tertinggal, tapi kami terus percaya bisa bangkit,” ujar Imran dalam konferensi pers pasca-pertandingan, yang dikutip dari Liga Indonesia News Portal.
Di sisi lain, pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, kemungkinan akan mengevaluasi pertahanan timnya, terutama dalam menghadapi situasi bola mati dan transisi negatif. Meskipun timnya berhasil mencetak tiga gol tandang, dua kali kebobolan setelah unggul dan gol bunuh diri Yakob Sayuri menjadi catatan penting. “Kami kehilangan fokus di beberapa momen krusial, dan itu harus kami perbaiki,” kata Tavares.
- Malut United menunjukkan mental baja untuk bangkit dua kali dari ketertinggalan.
- PSM Makassar memperlihatkan kekuatan ofensif namun memiliki celah di lini pertahanan.
- Gol bunuh diri Yakob Sayuri menjadi faktor penentu perubahan momentum pertandingan.
- Substitusi yang dilakukan pelatih Imran Nahumarury terbukti efektif.
Dampak Hasil Bagi Klasemen Super League
Hasil imbang 3-3 ini memberikan satu poin berharga bagi kedua tim. Bagi Malut United, satu poin di kandang melawan salah satu tim kuat seperti PSM Makassar merupakan raihan positif yang menjaga momentum mereka di papan tengah klasemen sementara Super League 2025/2026. Ini menunjukkan bahwa Malut United memiliki potensi untuk bersaing lebih jauh di liga musim ini.
Sementara itu, bagi PSM Makassar, hasil ini mungkin terasa seperti kehilangan dua poin, terutama setelah sempat unggul dua kali. Namun, mengamankan satu poin tandang dari pertandingan yang sangat sulit dan penuh drama ini juga bisa dianggap sebagai penyelamat. PSM Makassar kini berada di posisi ketiga klasemen, sementara Malut United menempati posisi kedelapan. Hasil ini juga mengingatkan pada pertemuan sengit kedua tim di musim lalu, di mana PSM juga harus bekerja keras untuk mengamankan kemenangan tipis atas Malut United, menunjukkan bahwa rivalitas kedua tim semakin memanas.
Kedua tim akan kembali beraksi dalam pekan berikutnya. Malut United akan menghadapi laga tandang sulit, sementara PSM Makassar akan bermain di kandang sendiri dengan target meraih kemenangan penuh untuk kembali ke jalur persaingan perebutan puncak klasemen.