Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Bimo Adi Nursanthyasto, menjelaskan visi IKN sebagai pusat administrasi dan destinasi wisata berkelanjutan. (Foto: kaltim.antaranews.com)
Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Bimo Adi Nursanthyasto, menegaskan pembangunan IKN di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, bukan sekadar pusat administrasi negara. Lebih dari itu, IKN diproyeksikan menjadi sebuah destinasi wisata berkelanjutan yang terintegrasi, menawarkan pengalaman unik sekaligus mempromosikan kelestarian lingkungan dan budaya lokal.
Pernyataan ini menggarisbawahi visi jangka panjang pemerintah untuk IKN sebagai kota yang tidak hanya efisien dalam tata kelola pemerintahan, tetapi juga dinamis dan atraktif sebagai pusat perekonomian baru, khususnya di sektor pariwisata. Konsep wisata berkelanjutan menjadi pilar penting untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi sejalan dengan perlindungan ekologi dan pemberdayaan masyarakat adat setempat.
Visi IKN: Kota Dunia untuk Semua
Bimo Adi Nursanthyasto menjelaskan bahwa IKN dirancang sebagai kota masa depan yang inklusif, cerdas, dan hijau. Transformasi IKN menjadi pusat wisata berkelanjutan merupakan bagian integral dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ini bukan hanya tentang membangun gedung-gedung pemerintahan, tetapi juga menciptakan ekosistem perkotaan yang hidup, beragam, dan mampu menarik wisatawan baik domestik maupun internasional.
Visi ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan IKN menjadi representasi kemajuan peradaban Indonesia, mengedepankan aspek keberlanjutan dan inovasi. Dengan demikian, pembangunan IKN tidak boleh mengorbankan kelestarian alam Kalimantan, melainkan justru menjadikannya aset utama daya tarik pariwisata.
Pilar Pariwisata Berkelanjutan di IKN
Pengembangan pariwisata di IKN akan berlandaskan pada prinsip-prinsip keberlanjutan yang ketat, meliputi aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Beberapa poin penting yang menjadi fokus Otorita IKN meliputi:
- Ekowisata dan Wisata Alam: Memanfaatkan keindahan alam Kalimantan, seperti hutan hujan tropis, keanekaragaman hayati, serta potensi konservasi orangutan dan bekantan. Pengembangan jalur pendakian, observasi burung, dan wisata sungai akan menjadi prioritas.
- Wisata Budaya dan Sejarah: Menggali dan mempromosikan kekayaan budaya suku Dayak dan Melayu setempat, termasuk tradisi, seni, kerajinan tangan, serta situs-situs bersejarah yang mungkin ditemukan selama proses pembangunan.
- Wisata Edukasi dan Riset: Mendorong pengembangan pusat penelitian lingkungan, hutan, dan keanekaragaman hayati yang dapat menarik akademisi dan peneliti global. Ini juga bisa menjadi daya tarik bagi sekolah dan universitas.
- MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) Tourism: Dengan fasilitas modern dan konektivitas yang baik, IKN akan diposisikan sebagai tuan rumah untuk berbagai pertemuan, konferensi, dan pameran berskala nasional maupun internasional, terutama yang berfokus pada isu-isu keberlanjutan dan teknologi hijau.
- Infrastruktur Ramah Lingkungan: Pembangunan fasilitas penunjang pariwisata, mulai dari akomodasi hingga transportasi, akan menerapkan standar bangunan hijau, energi terbarukan, dan pengelolaan limbah yang efektif.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Keputusan menjadikan IKN sebagai hub pariwisata berkelanjutan akan membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian lokal dan nasional. Sektor pariwisata memiliki efek berganda yang besar, menciptakan lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan UMKM, dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
“Kami membayangkan IKN sebagai kota yang hidup, bukan hanya di jam kerja administrasi, tetapi juga di luar itu, dengan aktivitas rekreasi, budaya, dan ekonomi yang berputar 24/7. Ini akan menjadi magnet bagi investasi dan talenta,” tambah Bimo Adi Nursanthyasto. Pengembangannya juga akan melibatkan komunitas lokal sebagai mitra strategis, memastikan mereka merasakan manfaat langsung dari pertumbuhan pariwisata. Program pelatihan dan pemberdayaan akan digencarkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi wisata mereka.
Visi ini secara simultan menjawab tantangan pemerataan pembangunan di luar Jawa dan upaya diversifikasi ekonomi. Dengan IKN sebagai motor penggerak, Kalimantan Timur berpotensi menjadi salah satu pusat ekonomi baru yang berbasis pada sektor hijau dan pariwisata berkelanjutan, mendukung ketahanan ekonomi nasional di masa depan. Pengembangan ini juga melengkapi berbagai upaya pemerintah sebelumnya untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata kelas dunia, seperti yang tercermin dalam program ‘Wonderful Indonesia’ Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai visi dan misi pembangunan Ibu Kota Nusantara, masyarakat dapat mengunjungi portal resmi Otorita IKN. Kunjungi ikn.go.id.