Nina Saleha, ibu bayi yang nyaris tertukar, menunjukkan dokumen somasi untuk RSUP Dr. Hasan Sadikin (ilustrasi). (Foto: news.detik.com)
Ibu Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Layangkan Somasi, Tuntut Tes DNA Mandiri
Ketidakpastian identitas buah hati pasca insiden nyaris tertukar di rumah sakit mendorong langkah hukum. Ibu bayi yang nyaris tertukar di RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Nina Saleha, secara resmi melayangkan somasi kepada pihak rumah sakit. Somasi ini merupakan penegasan tuntutan keluarga akan transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum. Selain somasi, Nina Saleha juga merencanakan pelaksanaan tes DNA secara mandiri untuk memastikan identitas biologis anaknya.
Insiden yang mencuat beberapa waktu lalu ini berpusat pada klaim Nina Saleha dan suaminya, Hartono, mengenai dugaan tertukarnya bayi mereka saat perawatan di RSHS. Mereka menyadari kejanggalan saat menerima bayi yang dinilai memiliki perbedaan ciri fisik signifikan dengan bayi yang mereka lahirkan. Meskipun pihak rumah sakit telah melakukan investigasi internal dan menyampaikan hasilnya, keluarga merasa belum mendapatkan kepastian dan kejelasan yang memuaskan. Ketidaksesuaian informasi dan perbedaan penjelasan awal memicu kekhawatiran mendalam, terutama menyangkut identitas sah sang anak.
Mengapa Somasi Menjadi Pilihan?
Langkah somasi ini bukan tanpa alasan. Keluarga Nina Saleha merasa bahwa penyelesaian internal yang ditawarkan oleh RSHS belum memberikan jawaban yang komprehensif atas kekhawatiran mereka. Somasi, sebagai bentuk teguran atau peringatan hukum, menjadi alat untuk:
- Menuntut Kejelasan & Transparansi: Keluarga menginginkan penjelasan rinci dan terbuka mengenai kronologi kejadian, hasil investigasi internal, dan langkah-langkah korektif yang telah atau akan diambil oleh RSHS.
- Meminta Pertanggungjawaban: Somasi juga bertujuan untuk menuntut pertanggungjawaban dari pihak rumah sakit atas dugaan kelalaian atau prosedur yang tidak standar yang berpotensi menyebabkan insiden tersebut.
- Mendesak Solusi Konkret: Melalui somasi, keluarga berharap RSHS segera mengambil tindakan nyata, termasuk memfasilitasi atau mengakui hasil tes DNA independen.
- Mencegah Kasus Serupa: Langkah ini juga memiliki tujuan lebih luas untuk mendorong perbaikan sistemik di rumah sakit agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.
Pihak keluarga menegaskan bahwa somasi ini merupakan upaya terakhir setelah berbagai komunikasi dan harapan untuk penyelesaian yang persuasif tidak membuahkan hasil optimal. Mereka mendesak agar RSHS tidak hanya berjanji melakukan perbaikan, tetapi juga membuktikan komitmen tersebut dengan tindakan nyata.
Pentingnya Tes DNA Mandiri bagi Keluarga
Rencana tes DNA mandiri yang akan dilakukan oleh Nina Saleha dan suaminya menunjukkan tingkat keraguan yang tinggi terhadap penanganan dan kepastian yang telah diberikan pihak rumah sakit. Tes DNA merupakan metode paling akurat untuk mengidentifikasi hubungan biologis dan menjadi bukti tak terbantahkan dalam kasus semacam ini. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mendapatkan kepastian mutlak mengenai identitas anak mereka, terlepas dari hasil investigasi internal RSHS. Harapannya, hasil tes DNA independen ini akan menjadi dasar kuat bagi keluarga untuk melangkah ke tahap hukum selanjutnya, jika diperlukan.
Kasus ini menyoroti pentingnya standar operasional prosedur yang ketat di rumah sakit, terutama dalam identifikasi bayi baru lahir, serta transparansi dalam menangani keluhan pasien. Insiden bayi nyaris tertukar tidak hanya menimbulkan trauma psikologis bagi orang tua, tetapi juga mengikis kepercayaan publik terhadap institusi kesehatan. RSHS, sebagai rumah sakit rujukan nasional, menghadapi ujian besar dalam kasus ini untuk membuktikan komitmennya terhadap keselamatan pasien dan penegakan akuntabilitas.
Langkah selanjutnya setelah somasi adalah menunggu respons resmi dari RSHS. Jika somasi tidak ditanggapi secara memuaskan, keluarga memiliki opsi untuk melanjutkan ke jalur hukum yang lebih formal, termasuk mengajukan gugatan perdata atau pidana atas dugaan kelalaian. Publik menantikan bagaimana RSHS akan merespons tuntutan keluarga ini demi penyelesaian yang adil dan bermartabat.