Warga berupaya menembus genangan banjir setinggi pinggang orang dewasa di Kecamatan Manggala, Makassar, usai hujan deras mengguyur wilayah itu pada Selasa malam. (Foto: cnnindonesia.com)
MAKASSAR – Permukiman warga di Kecamatan Manggala terendam banjir parah setelah hujan deras tak henti mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (24/2) malam. Genangan air dilaporkan terus meninggi, memaksa ribuan penduduk yang baru saja pulang dari salat Tarawih untuk mengamankan diri dan harta benda mereka.
Hujan intensitas tinggi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut menyebabkan sejumlah ruas jalan dan rumah warga di beberapa kelurahan, khususnya di Kelurahan Antang dan Biring Romang, tergenang air hingga ketinggian lutut hingga pinggang orang dewasa. Kondisi ini secara signifikan menghambat mobilitas warga dan aktivitas sehari-hari. Banyak kendaraan roda dua yang mogok akibat nekat menerobos genangan, sementara sebagian besar warga memilih untuk bertahan di lantai dua rumah atau mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera merespons laporan dari masyarakat. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan langsung diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi dan pemantauan. Mereka berupaya menjangkau area-area yang terisolir dan memastikan keselamatan warga, terutama anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Kondisi Terkini Permukiman Terdampak
Pada Rabu pagi, genangan air di sejumlah titik, terutama di RW 03 dan RW 04 Kelurahan Antang, masih mencapai ketinggian 50 hingga 80 sentimeter. Rumah-rumah penduduk terlihat kosong karena sebagian besar pemiliknya telah mengungsi ke posko sementara atau rumah kerabat yang lebih aman. Beberapa warga yang nekat bertahan di rumah mereka mengungkapkan kesulitan akses terhadap makanan dan air bersih.
“Air mulai masuk rumah sekitar jam 9 malam, langsung naik cepat sekali. Kami langsung panik, tidak sempat menyelamatkan banyak barang. Anak-anak langsung saya bawa ke rumah neneknya di daerah atas,” ungkap Ibu Ramlah, salah seorang warga Antang, dengan nada khawatir.
Listrik di beberapa area juga terpaksa dipadamkan untuk menghindari risiko korsleting, menambah kesulitan bagi warga yang terdampak.
Respons Cepat Pemerintah Daerah dan Bantuan Kemanusiaan
Pemerintah Kota melalui BPBD segera mendirikan posko pengungsian di beberapa lokasi strategis, termasuk di masjid dan balai pertemuan kelurahan. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air mineral, selimut, dan obat-obatan mulai disalurkan kepada para pengungsi. Data awal menunjukkan ratusan kepala keluarga terdampak langsung, dengan potensi jumlah yang terus bertambah seiring dengan pendataan yang sedang berjalan.
- Tim evakuasi menggunakan perahu karet untuk menyisir area-area yang sulit dijangkau.
- Posko kesehatan didirikan untuk memberikan layanan medis darurat kepada warga.
- Dapur umum mulai beroperasi untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi.
- Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Penyebab Berulang Banjir Makassar: Analisis dan Tantangan Lingkungan
Kejadian banjir di Manggala, dan di sejumlah wilayah lain, bukanlah kali pertama. Pola curah hujan ekstrem yang sering terjadi di Indonesia bagian tengah dan timur, ditambah dengan kondisi geografis dan permasalahan tata kota, seringkali menjadi pemicu utama. Analisis mitigasi bencana yang komprehensif menunjukkan beberapa faktor penyebab berulang.
Faktor-faktor seperti buruknya sistem drainase kota, pendangkalan sungai dan kanal akibat sedimentasi dan tumpukan sampah, serta alih fungsi lahan resapan air menjadi permukiman padat, semakin memperparah kondisi. Pembangunan yang tidak terkontrol di hulu sungai juga berkontribusi pada peningkatan volume air yang mengalir ke hilir, membebani kapasitas saluran air yang ada. Perluasan kota yang pesat tanpa diimbangi infrastruktur pengelolaan air yang memadai juga menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah.
Imbauan dan Langkah Antisipasi Jangka Panjang
Melihat frekuensi kejadian, pemerintah dan masyarakat perlu memperkuat kolaborasi dalam upaya mitigasi bencana. Jangka pendek, warga diminta untuk selalu memantau informasi cuaca dari BMKG dan mempersiapkan diri dengan tas siaga bencana. Jangka panjang, pemerintah harus terus mendorong program normalisasi sungai, perbaikan drainase, serta edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Berikut beberapa langkah antisipasi yang bisa dilakukan warga:
- Siapkan dokumen penting dalam wadah anti air.
- Sediakan senter, power bank, dan persediaan makanan darurat.
- Tentukan jalur evakuasi dan titik kumpul keluarga.
- Ikuti informasi dan imbauan dari pihak berwenang.
Meskipun banjir kali ini menimbulkan dampak yang signifikan, upaya kolektif dari berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.