Rifda Ammarina, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, berkomitmen membangun ekosistem kolaborasi UMKM dan industri melalui Agrinex 2026. (Foto: eventnusantara.com)
Rifda Ammarina: Kolaborasi UMKM-Industri Kunci Hadapi Volatilitas Ekonomi Global Lewat Agrinex 2026
Di tengah pusaran ketidakpastian ekonomi global, eskalasi tensi geopolitik, serta beragam tantangan yang terus menghantam sektor usaha, Wakil Ketua Umum Bidang Pemasaran, Promosi, Inovasi, dan Pengembangan Produk UMKM Kadin Indonesia, Rifda Ammarina, mengambil langkah proaktif. Melalui perannya sebagai Ketua Penyelenggara Indonesia International Agribusiness Expo (Agrinex) 2026, ia memantapkan fokus untuk menciptakan ekosistem kolaborasi yang kokoh dan membuka lebar akses pasar bagi para pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pandangan Ammarina bukan tanpa alasan. Fluktuasi harga komoditas, disrupsi rantai pasok global, hingga inflasi yang mengancam daya beli masyarakat menjadi ancaman nyata bagi keberlanjutan bisnis. Dalam kondisi seperti ini, UMKM, yang dikenal sebagai tulang punggung perekonomian nasional, menjadi pihak yang paling rentan. Oleh karena itu, strategi penguatan internal melalui kolaborasi dan perluasan jangkauan pasar bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan.
Mengatasi Tantangan Ekonomi Global dengan Sinergi
Kondisi ekonomi dunia yang dinamis menuntut pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk lebih adaptif dan inovatif. Rifda Ammarina menyoroti bahwa ketergantungan pada satu jenis pasar atau sumber daya dapat menjadi bumerang saat terjadi gejolak. Inilah mengapa sinergi antara UMKM dan industri besar menjadi sangat krusial. Industri besar dapat menawarkan stabilitas pasar, standar kualitas, dan akses teknologi yang mungkin sulit dijangkau UMKM secara mandiri. Sebaliknya, UMKM dapat menjadi pemasok inovatif, fleksibel, dan mengisi celah pasar yang belum tergarap optimal oleh korporasi besar.
Melalui Agrinex 2026, Rifda Ammarina bercita-cita membangun jembatan nyata antara kedua kutub bisnis ini. Lebih dari sekadar ajang pameran, Agrinex diproyeksikan sebagai platform holistik untuk:
- Pertemuan B2B (Business-to-Business): Mempertemukan UMKM dengan pembeli potensial dari industri besar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
- Transfer Pengetahuan dan Teknologi: Memfasilitasi UMKM untuk mengadopsi praktik terbaik dan teknologi mutakhir dari industri.
- Pengembangan Kapasitas: Menyediakan workshop, seminar, dan sesi mentoring untuk meningkatkan kemampuan manajemen, pemasaran, dan produksi UMKM.
- Akses Pembiayaan: Menghubungkan UMKM dengan lembaga keuangan dan investor untuk mendukung ekspansi usaha.
Inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah dan Kadin Indonesia untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, dengan UMKM sebagai motor penggeraknya.
Peran Strategis Agrinex 2026 dalam Mendobrak Akses Pasar
Akses pasar adalah salah satu hambatan terbesar bagi UMKM untuk berkembang. Keterbatasan modal untuk promosi, jaringan distribusi yang belum optimal, serta persaingan ketat seringkali membuat produk UMKM sulit menembus pasar yang lebih luas. Agrinex 2026 hadir sebagai solusi konkret untuk mengatasi persoalan ini. Rifda Ammarina melihat pameran ini sebagai peluang emas bagi UMKM untuk:
- Meningkatkan Visibilitas: Produk UMKM dapat terekspos langsung kepada ribuan pengunjung, baik dari kalangan konsumen maupun pelaku bisnis.
- Membangun Jaringan: Kesempatan berinteraksi dengan mitra potensial, distributor, retailer, hingga investor.
- Memperluas Jangkauan Ekspor: Dengan mengundang delegasi dan buyer internasional, Agrinex 2026 diharapkan dapat menjadi gerbang ekspor baru bagi produk-produk UMKM unggulan Indonesia.
- Mendapatkan Umpan Balik Pasar: UMKM dapat menerima masukan langsung untuk perbaikan dan pengembangan produk di masa mendatang.
Fokus pada sektor agribisnis juga krusial mengingat potensi besar Indonesia sebagai negara agraris. Dari produk pertanian segar, olahan makanan dan minuman, hingga produk kerajinan berbasis alam, Agrinex 2026 akan menjadi etalase kekayaan dan inovasi UMKM agribisnis Indonesia.
Visi Jangka Panjang Kadin untuk Daya Saing UMKM
Rifda Ammarina menekankan bahwa upaya ini bukanlah kegiatan sporadis, melainkan bagian integral dari visi jangka panjang Kadin Indonesia untuk meningkatkan daya saing UMKM. Penguatan UMKM bukan hanya tentang menciptakan lapangan kerja, tetapi juga tentang membangun ketahanan ekonomi nasional dari hulu ke hilir. Kolaborasi yang dibangun melalui Agrinex diharapkan dapat menciptakan rantai nilai yang lebih efisien, mendorong inovasi produk yang berkelanjutan, dan pada akhirnya, menempatkan UMKM Indonesia sebagai pemain yang diperhitungkan di kancah global.
Dengan persiapan yang matang dan fokus pada kolaborasi strategis, Agrinex 2026 diharapkan mampu menjadi tonggak penting dalam perjalanan UMKM Indonesia menuju kemandirian ekonomi dan daya saing yang lebih tinggi. Kadin Indonesia terus berkomitmen untuk menjadi fasilitator utama dalam mewujudkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh UMKM di seluruh negeri. Untuk informasi lebih lanjut mengenai inisiatif Kadin dalam pengembangan UMKM, dapat mengunjungi situs resmi mereka.
Baca juga: Kadin Indonesia: UMKM