Ratusan perempuan di Kampung Atas Air Balikpapan aktif mengikuti pelatihan urban farming yang diselenggarakan oleh Pertamina, wujud nyata program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk kemandirian ekonomi. (Foto: finance.detik.com)
PT Pertamina (Persero) mengambil langkah proaktif dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang fokus pada pemberdayaan perempuan. Melalui inisiatif ini, perusahaan pelat merah tersebut berhasil membina 695 perempuan di kawasan unik Kampung Atas Air, memberikan mereka bekal untuk mengembangkan usaha sayuran berbasis urban farming yang berkelanjutan.
Program komprehensif ini tidak hanya sekadar memberikan pelatihan, tetapi juga membuka peluang usaha yang konkret serta menyediakan layanan kesehatan esensial. Tujuan utamanya adalah menciptakan ekosistem pendukung yang kuat, memungkinkan para perempuan untuk bangkit dan membangun fondasi ekonomi yang kokoh bagi keluarga mereka dan komunitas secara keseluruhan.
Transformasi Ekonomi Melalui Budidaya Sayur
Inisiatif Pertamina di Kampung Atas Air secara spesifik berfokus pada pengembangan urban farming atau pertanian perkotaan. Mengingat keterbatasan lahan di kawasan permukiman di atas air, pendekatan ini menjadi sangat relevan dan inovatif. Para peserta menerima pelatihan intensif mengenai berbagai teknik budidaya sayuran yang efisien di lahan terbatas, seperti hidroponik, vertikultur, dan pemanfaatan pekarangan rumah.
Melalui pelatihan ini, perempuan-perempuan di Kampung Atas Air kini mampu menanam berbagai jenis sayuran segar yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga menghasilkan produk bernilai jual. Mereka diajarkan mulai dari pemilihan bibit unggul, teknik perawatan, hingga panen dan pascapanen. Hasilnya, muncul berbagai kelompok usaha kecil yang menjual hasil panen sayuran mereka ke pasar lokal, warung sekitar, bahkan melayani pesanan khusus.
Aspek penting lainnya adalah pembentukan jaringan dan akses pasar. Pertamina memfasilitasi para peserta untuk membentuk kelompok-kelompok usaha dan membantu mereka dalam mengakses pasar yang lebih luas, termasuk dengan menjalin kemitraan dengan restoran atau supermarket di sekitar kota. Ini memastikan bahwa produk yang dihasilkan memiliki saluran distribusi yang jelas, sehingga memberikan pendapatan yang stabil dan berkelanjutan bagi para pelaku usaha.
Dukungan Komprehensif dan Berkelanjutan
Program TJSL Pertamina ini dirancang dengan pendekatan multi-dimensi. Selain pelatihan teknis urban farming dan dukungan pembentukan usaha, perusahaan juga menyadari pentingnya kesehatan sebagai pilar kemandirian. Oleh karena itu, layanan kesehatan terpadu turut disediakan bagi para perempuan dan keluarga mereka.
Layanan kesehatan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan rutin, edukasi gizi, program imunisasi, serta penyuluhan tentang kebersihan lingkungan. Ketersediaan akses kesehatan yang mudah dan terjangkau ini sangat krusial, sebab kondisi kesehatan yang prima adalah prasyarat utama agar seseorang dapat produktif dan fokus dalam mengembangkan usahanya. Dengan tubuh yang sehat, para perempuan dapat lebih aktif mengikuti pelatihan dan menjalankan bisnis mereka tanpa terhambat masalah kesehatan.
Komitmen Pertamina terhadap keberlanjutan program ini juga terlihat dari upaya pendampingan pasca-pelatihan. Para mentor dan fasilitator terus memonitor perkembangan usaha, memberikan bimbingan teknis tambahan, serta membantu memecahkan masalah yang mungkin timbul. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa dampak program tidak hanya sesaat, melainkan mampu menciptakan perubahan jangka panjang dan memberdayakan komunitas secara mandiri.
Dampak Luas dan Komitmen Pertamina terhadap SDG
Pemberdayaan 695 perempuan di Kampung Atas Air melalui urban farming merupakan contoh nyata bagaimana program TJSL dapat berkontribusi signifikan pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), khususnya pada SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 5 (Kesetaraan Gender), dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan pendapatan rumah tangga, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal dan memberdayakan peran perempuan dalam perekonomian keluarga serta komunitas.
Sebagai salah satu BUMN terbesar, Pertamina terus menunjukkan komitmennya untuk menjadi agen pembangunan yang bertanggung jawab. Program di Kampung Atas Air ini sejalan dengan berbagai inisiatif TJSL perusahaan lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia, yang berupaya menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. Model pemberdayaan yang terintegrasi antara pelatihan keterampilan, pengembangan usaha, dan dukungan kesehatan ini dapat menjadi inspirasi bagi entitas lain untuk mereplikasi di wilayah dengan tantangan serupa.
Keberhasilan program ini menggarisbawahi potensi besar urban farming sebagai solusi inovatif untuk tantangan pangan dan ekonomi di perkotaan, terutama di area dengan keterbatasan lahan. Dengan dukungan yang tepat, komunitas dapat bertransformasi, menciptakan sumber pendapatan baru, dan meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Kunjungi laman resmi Pertamina untuk informasi lebih lanjut mengenai program TJSL mereka.