Tim SAR gabungan saat melakukan operasi pencarian dan evakuasi di medan Gunung Piramid yang terjal. (Foto: news.okezone.com)
Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Ditemukan Tewas di Jurang 60 Meter
Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua pendaki Gunung Piramid di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar jurang sedalam sekitar 60 meter pada Selasa (4/8/2026). Penemuan tragis ini mengakhiri pencarian intensif yang melibatkan berbagai unsur, sekaligus kembali mengingatkan publik tentang reputasi medan Gunung Piramid yang ekstrem dan berbahaya.
Identitas kedua korban belum dirilis secara resmi oleh pihak berwenang. Namun, informasi awal menyebutkan bahwa mereka adalah dua pemuda yang memulai pendakian beberapa hari sebelum dinyatakan hilang kontak. Keluarga dan rekan-rekan korban mulai khawatir setelah komunikasi terputus total, mendorong pelaporan resmi kepada pihak kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Kronologi Pencarian Dramatis Tim SAR
Pencarian terhadap kedua pendaki ini berlangsung cukup dramatis dan penuh tantangan. Setelah menerima laporan kehilangan kontak, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Bondowoso, TNI, Polri, serta relawan pegiat alam langsung mengaktifkan operasi pencarian. Mereka menyisir setiap jengkal jalur pendakian Gunung Piramid yang dikenal dengan tanjakan curam dan punggungan sempitnya.
Petugas menghadapi berbagai kendala, mulai dari kondisi medan yang terjal, licin akibat embun dan potensi hujan, hingga keterbatasan jarak pandang di beberapa titik. Tim harus bekerja ekstra hati-hati, terutama di area yang berpotensi memiliki jurang atau tebing curam. Pemetaan area terakhir sinyal telepon genggam dan keterangan saksi yang sempat melihat korban menjadi panduan utama dalam operasi ini. Beberapa tim bahkan harus bermalam di gunung untuk melanjutkan pencarian pada dini hari.
Detik-detik Penemuan dan Kondisi Korban
Titik terang dalam pencarian muncul pada Selasa pagi, ketika salah satu tim penyisir menemukan tanda-tanda keberadaan korban di sebuah area jurang yang sangat curam. Dengan menggunakan peralatan tali temali khusus dan teknik rappelling, tim evakuasi berhasil menjangkau dasar jurang. Di sanalah, kedua pendaki ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Mereka diduga terjatuh dari ketinggian sekitar 60 meter, sebuah kedalaman yang sangat mematikan.
Proses evakuasi jenazah berlangsung sulit dan memakan waktu berjam-jam karena lokasi yang ekstrem dan sempit. Petugas harus berhati-hati agar tidak terjadi insiden susulan. Setelah berhasil diangkat ke atas, jenazah korban segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk proses identifikasi lebih lanjut dan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian. Dugaan awal, korban mengalami benturan keras akibat terjatuh. Pihak kepolisian juga segera melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti-bukti yang mungkin relevan dengan insiden ini.
Menggali Bahaya dan Peringatan Mendaki Gunung Piramid
Tragedi ini kembali menyisakan duka mendalam dan menjadi pengingat serius bagi para pendaki, khususnya yang berencana menaklukkan Gunung Piramid. Gunung ini memang menawarkan pemandangan menawan, namun terkenal dengan jalur yang sangat menantang dan berbahaya. Beberapa karakteristik dan peringatan yang sering diulang kali patut menjadi perhatian:
- Medan Ekstrem: Jalur pendakian Gunung Piramid dikenal sangat terjal, berbatu, dan memiliki punggungan sempit yang menyerupai ‘punggung naga’, hanya cukup untuk satu orang melintas. Sisi kiri dan kanan adalah jurang dalam.
- Faktor Cuaca: Perubahan cuaca mendadak, seperti hujan atau kabut tebal, dapat membuat jalur licin dan mengurangi jarak pandang secara drastis, meningkatkan risiko terpeleset.
- Kurangnya Vegetasi Pelindung: Di beberapa titik kritis, vegetasi untuk pegangan sangat minim, memaksa pendaki mengandalkan pijakan kaki dan keseimbangan tubuh.
- Kesiapan Fisik dan Mental: Pendakian Gunung Piramid membutuhkan persiapan fisik dan mental yang prima. Kelelahan atau kurang fokus dapat berakibat fatal.
- Perlengkapan Keamanan: Penggunaan peralatan standar seperti sepatu gunung yang memadai, tongkat pendaki, dan perlengkapan P3K sangat krusial.
Insiden tragis ini menambah daftar panjang kasus kecelakaan di gunung, dan seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi semua pegiat alam. Pentingnya melapor kepada pihak berwenang sebelum mendaki, membawa perlengkapan standar, serta memahami karakteristik dan risiko jalur adalah kunci untuk meminimalisir potensi bahaya. Pihak berwenang kemungkinan akan mengevaluasi kembali standar keamanan dan prosedur pendakian untuk Gunung Piramid pasca-tragedi ini, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan.