Tim kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi brankas Universitas KH Abdul Chalim yang dibobol maling. (Foto: news.detik.com)
Brankas Universitas Dibobol, Rp 1 Miliar Uang Operasional Raib
Sebuah insiden pencurian skala besar menggemparkan dunia pendidikan di Jawa Timur. Brankas milik Universitas KH Abdul Chalim, yang berlokasi di wilayah Mojokerto, dilaporkan telah dibobol oleh komplotan maling. Akibat kejadian ini, uang operasional kampus senilai sekitar Rp 1 miliar lenyap digasak pelaku. Kasus ini segera menjadi perhatian serius aparat kepolisian dan memicu kekhawatiran terkait standar keamanan di lingkungan institusi pendidikan.
Kejadian yang diperkirakan berlangsung pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari (20-21/7/2024) tersebut pertama kali diketahui oleh petugas kebersihan kampus pada Minggu pagi saat akan memulai aktivitas rutinnya. Petugas tersebut menemukan kondisi pintu ruangan administrasi yang tidak terkunci rapat dan adanya bekas kerusakan. Setelah diperiksa lebih lanjut, terlihat brankas penyimpanan uang yang sebelumnya terkunci rapat sudah dalam kondisi terbuka paksa dan isinya telah kosong.
Modus Operandi dan Penemuan
Menurut keterangan awal dari pihak kepolisian, pelaku diduga masuk ke area kampus dengan cara yang terencana. Indikasi awal menunjukkan bahwa para maling berhasil menonaktifkan atau menghindari sistem pengawasan keamanan yang ada, kemudian masuk ke gedung administrasi. Pintu ruangan yang menyimpan brankas diduga dirusak secara paksa tanpa meninggalkan jejak yang terlalu mencolok pada pandangan pertama. Setelah berhasil masuk, pelaku dengan ahli membongkar brankas menggunakan alat khusus yang belum teridentifikasi jenisnya.
Petugas keamanan kampus segera melaporkan kejadian ini ke Polsek setempat, yang kemudian diteruskan ke Polres Mojokerto. Tim identifikasi (Inafis) dan Satuan Reserse Kriminal Polres Mojokerto langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas mengumpulkan berbagai barang bukti, termasuk sidik jari, rekaman CCTV dari area sekitar kampus (jika ada), serta mencari petunjuk lain yang bisa mengarah pada identitas pelaku.
Respons Kampus dan Kerugian Operasional
Pihak Universitas KH Abdul Chalim, melalui juru bicaranya, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ini. Mereka menyatakan kerugian Rp 1 miliar tersebut merupakan dana operasional penting yang seharusnya digunakan untuk berbagai keperluan kampus dalam waktu dekat, seperti pembayaran honorarium, pengadaan fasilitas, dan kebutuhan logistik lainnya. “Tentu ini adalah pukulan berat bagi kami. Dana tersebut sangat vital untuk kelancaran operasional dan pelayanan kepada mahasiswa,” ujar perwakilan kampus yang tidak ingin disebutkan namanya.
Insiden ini sontak memicu pertanyaan serius di kalangan internal maupun publik mengenai standar keamanan kampus, terutama terkait penyimpanan dana tunai dalam jumlah besar. Pihak universitas menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan yang ada dan berjanji akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas. Mereka juga mengimbau agar masyarakat atau pihak yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor.
Investigasi Kepolisian Terus Berjalan
Kepolisian Resort Mojokerto telah mengambil alih penanganan kasus ini dan memulai penyelidikan secara intensif. “Kami sudah mengamankan lokasi, mengumpulkan barang bukti, dan memeriksa sejumlah saksi dari pihak kampus. Penyelidikan mendalam sedang kami lakukan untuk mengungkap identitas dan menangkap para pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Wahyu Arif Kurniawan, dalam keterangan persnya. Polisi juga berencana untuk memeriksa kembali seluruh rekaman CCTV yang mungkin dapat memberikan petunjuk, baik dari dalam maupun luar area kampus.
Beberapa langkah yang telah diambil polisi meliputi:
- Olah TKP secara detail dan pengumpulan barang bukti forensik.
- Pemeriksaan terhadap petugas keamanan kampus dan staf administrasi.
- Penyelidikan jejak digital dan potensi keterlibatan pihak internal.
- Koordinasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan informasi tambahan.
Hingga saat ini, belum ada tersangka yang diamankan, namun pihak kepolisian optimis dapat segera menemukan titik terang dalam kasus ini.
Sorotan pada Keamanan Kampus dan Pengelolaan Dana
Kejadian pembobolan brankas dengan kerugian miliaran rupiah ini bukan hanya sekadar kasus kriminal biasa, tetapi juga menjadi sorotan tajam terhadap sistem keamanan institusi pendidikan dan praktik pengelolaan dana tunai dalam jumlah besar. Banyak pihak mempertanyakan mengapa dana operasional sebesar itu disimpan dalam bentuk tunai di brankas kampus, padahal ada banyak alternatif penyimpanan yang lebih aman melalui bank.
Insiden ini kembali menyoroti isu keamanan di lingkungan pendidikan tinggi, mengingatkan kita pada sejumlah kasus serupa yang pernah terjadi di berbagai daerah. Kasus ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh kampus untuk mengevaluasi dan meningkatkan sistem keamanan mereka secara komprehensif, mulai dari pengawasan fisik, sistem alarm, hingga protokol penyimpanan aset berharga. Edukasi tentang tips meningkatkan keamanan kampus dapat menjadi langkah awal yang penting.
Publik menanti hasil penyelidikan polisi dan berharap pelaku dapat segera ditangkap serta dana yang raib dapat kembali. Kasus ini juga menjadi peringatan bagi seluruh institusi agar lebih transparan dan akuntabel dalam pengelolaan keuangan, sekaligus lebih serius dalam menjaga aset dan keamanan lingkungan kampus.