Menpora Erick Thohir saat menyoroti pentingnya keseimbangan liga dan Timnas sebagai kunci pengembangan cabang olahraga yang berkelanjutan. (Foto: sport.detik.com)
Menpora Apresiasi Model Padel: Cetak Biru Pembinaan Olahraga Berkelanjutan
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, secara tegas menyoroti dan mengapresiasi model pengembangan cabang olahraga (cabor) Padel yang dinilai telah berhasil membangun keseimbangan fundamental antara liga domestik yang kuat dan pembinaan Tim Nasional (Timnas) yang berkesinambungan. Menpora menekankan bahwa capaian Padel ini harus menjadi tolok ukur bagi cabor lain di Indonesia untuk menciptakan ekosistem olahraga yang lebih profesional dan mandiri. Pernyataan ini bukan sekadar pujian, melainkan sebuah seruan kritis terhadap kondisi pembinaan olahraga di Tanah Air yang masih kerap terkendala.
Padel, sebagai olahraga yang relatif baru namun tumbuh pesat, menunjukkan fleksibilitas dalam mengadopsi struktur pembinaan modern. Mereka tidak terjebak dalam pola-pola lama yang seringkali membuat pengembangan atlet menjadi stagnan. Pembangunan liga yang kompetitif berfungsi sebagai kawah candradimuka bagi para atlet, menyediakan platform reguler untuk mengasah kemampuan, mendapatkan pengalaman bertanding, serta membuka peluang karier profesional. Ini secara langsung berkontribusi pada terciptanya basis talenta yang lebih luas dan matang, yang pada gilirannya memperkuat kualitas Timnas.
Keseimbangan Liga dan Timnas: Dua Sayap Kemandirian Olahraga
Erick Thohir menggambarkan liga dan Timnas sebagai “dua sayap pembinaan” yang esensial. Keseimbangan ini memastikan bahwa:
- Pembinaan Berkelanjutan: Atlet memiliki jenjang karier yang jelas, tidak hanya bergantung pada momen Kejuaraan Nasional atau pemanggilan Timnas. Liga memberikan pendapatan dan eksposur yang stabil.
- Seleksi Timnas yang Efisien: Dengan liga yang kompetitif, proses seleksi Timnas dapat dilakukan lebih objektif dan berdasarkan performa konsisten, bukan hanya hasil di turnamen sesaat atau rekomendasi semata.
- Pengurangan Ketergantungan APBN: Liga yang mandiri secara finansial melalui sponsor dan hak siar dapat mengurangi beban anggaran negara untuk biaya pembinaan jangka panjang. Dana pemerintah dapat dialihkan untuk pengembangan infrastruktur atau pelatihan khusus berteknologi tinggi.
- Peningkatan Kualitas Olahraga Nasional: Kompetisi domestik yang sehat mendorong standar permainan menjadi lebih tinggi, mempersiapkan atlet untuk bersaing di kancah internasional.
Model ini menjadi krusial mengingat tantangan finansial dan keberlanjutan yang kerap menghantui cabor-cabor di Indonesia. Ketergantungan pada dana APBN dan minimnya liga profesional seringkali menyebabkan pembinaan yang terputus-putus dan kurangnya motivasi bagi atlet untuk menekuni olahraga secara serius.
Tantangan dan Adaptasi Cabor Lain
Panggilan Menpora untuk meniru model Padel bukan tanpa tantangan. Banyak cabor lain, terutama yang sudah mapan seperti sepak bola, bulu tangkis, atau basket, menghadapi kompleksitas struktur, birokrasi, dan kepentingan yang lebih beragam. Mereka sering kali bergulat dengan:
- Tata Kelola yang Belum Optimal: Konflik internal, kurangnya transparansi, dan manajemen yang belum profesional masih menjadi ganjalan.
- Struktur Liga yang Belum Merata: Kualitas liga antar daerah yang timpang atau bahkan absennya liga profesional yang berkelanjutan di beberapa cabor.
- Ketergantungan pada Dana Pemerintah: Minimnya inisiatif untuk mencari sumber pendanaan mandiri dan mengembangkan industri olahraga.
- Regenerasi Atlet: Kurangnya program pembinaan berjenjang yang terintegrasi dari tingkat dasar hingga profesional.
Meski demikian, pernyataan Menpora menegaskan bahwa transformasi adalah keniscayaan. Cabor-cabor harus berani melakukan introspeksi dan adaptasi. Kemenpora di bawah kepemimpinan Erick Thohir sendiri telah berulang kali menyerukan pentingnya Grand Design Olahraga Nasional (DBON) sebagai peta jalan pengembangan olahraga yang komprehensif. Model Padel ini sejalan dengan semangat DBON untuk menciptakan ekosistem olahraga yang sehat, mandiri, dan berprestasi.
Mewujudkan Visi Olahraga Nasional yang Kuat dan Profesional
Apresiasi terhadap Padel menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga di Indonesia untuk mengevaluasi dan memperbaiki sistem yang ada. Bukan sekadar meniru mentah-mentah, melainkan mengadopsi semangat inovasi dan profesionalisme yang ditunjukkan Padel. Ini berarti setiap federasi cabor harus memiliki visi yang jelas untuk mengembangkan liganya, menarik investor, dan membangun sistem pembinaan yang terintegrasi dengan Timnas. Tujuan akhirnya adalah menciptakan industri olahraga yang kuat, mampu menyejahterakan atlet, dan secara konsisten melahirkan talenta-talenta kelas dunia yang siap mengharumkan nama bangsa di kancah global. Visi Menpora adalah menjadikan olahraga sebagai lokomotif kemajuan bangsa, baik dari sisi prestasi maupun dampak ekonomi.