Kapolres Parepare AKBP Indra saat memberikan klarifikasi terkait tudingan intervensi proses sertifikasi Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: cnnindonesia.com)
Kapolres Parepare Tegaskan Tidak Intervensi Proses Sertifikasi Dapur MBG
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) membantah keras tudingan adanya campur tangan institusi kepolisian dalam proses penerbitan Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) untuk Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). AKBP Indra, selaku pimpinan kepolisian setempat, menegaskan bahwa pihaknya senantiasa bertindak profesional dan tidak pernah mengintervensi prosedur administrasi publik, termasuk yang berkaitan dengan perizinan usaha atau layanan sosial.
Pernyataan ini muncul setelah beredarnya rumor mengenai penundaan penerbitan sertifikat vital tersebut, yang konon disebabkan oleh tekanan dari pihak kepolisian. Dapur MBG, sebuah inisiatif sosial yang menyediakan makanan sehat secara cuma-cuma bagi masyarakat membutuhkan, kini masih menanti terbitnya SLHS agar dapat beroperasi secara penuh dan legal sesuai standar kesehatan yang ditetapkan.
Klarifikasi Pihak Kepolisian: Netralitas dan Dukungan
AKBP Indra menjelaskan bahwa peran kepolisian dalam konteks operasional Dapur MBG sebatas pada dukungan keamanan dan koordinasi umum untuk memastikan kelancaran kegiatan sosial. “Kami tidak memiliki kapasitas maupun kewenangan untuk mencampuri proses teknis penerbitan sertifikat seperti SLHS. Itu adalah ranah dinas terkait, dalam hal ini Dinas Kesehatan atau lembaga yang berwenang,” tegas AKBP Indra dalam konferensi pers yang diadakan hari ini.
Ia menekankan komitmen Polres untuk mendukung setiap inisiatif positif yang bertujuan membantu masyarakat, seperti Dapur MBG. “Alih-alih mengintervensi, kami justru siap memberikan pengamanan dan fasilitasi jika diperlukan, agar program mulia ini bisa berjalan tanpa hambatan dari segi keamanan,” tambahnya. Tuduhan intervensi ini, menurutnya, tidak berdasar dan berpotensi merusak citra institusi kepolisian serta menghambat semangat gotong royong dalam masyarakat.
Pentingnya Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS)
Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) merupakan dokumen krusial bagi setiap usaha yang bergerak di bidang pangan, termasuk dapur umum atau inisiatif penyediaan makanan gratis. SLHS menjamin bahwa proses produksi, pengolahan, hingga penyajian makanan memenuhi standar kebersihan dan sanitasi yang ketat, sehingga aman untuk dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi penerima.
Beberapa poin penting terkait SLHS meliputi:
- Keamanan Pangan: Mencegah penyebaran penyakit melalui makanan yang tidak higienis.
- Perlindungan Konsumen: Memberikan jaminan kepada masyarakat penerima makanan terkait kualitas dan keamanannya.
- Kepatuhan Hukum: Memastikan operasional Dapur MBG sesuai dengan regulasi pemerintah yang berlaku.
- Kredibilitas: Meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan yang diberikan, khususnya dalam program sosial.
Penundaan penerbitan SLHS secara langsung berdampak pada legalitas operasional Dapur MBG dan berpotensi membatasi jangkauan pelayanannya, meskipun niatnya sangat baik.
Dampak Penundaan dan Harapan Masyarakat
Penundaan penerbitan SLHS tentu membawa implikasi bagi Dapur MBG dan, yang lebih penting, bagi ratusan warga yang mengandalkan makanan bergizi dari inisiatif ini. Tanpa sertifikat, Dapur MBG mungkin menghadapi kendala dalam skala operasional, bahkan potensi teguran dari otoritas kesehatan jika dianggap melanggar regulasi. Hal ini ironis mengingat program Dapur MBG adalah inisiatif mulia yang bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat.
Inisiatif Dapur MBG sendiri telah mendapat sambutan hangat dari masyarakat sejak peluncurannya beberapa waktu lalu. Bahkan, dalam berita sebelumnya, Polres Parepare sempat memberikan apresiasi atas keberadaan dapur ini sebagai bentuk kepedulian sosial yang patut dicontoh. Oleh karena itu, harapan besar kini tertumpu pada percepatan proses penerbitan SLHS agar Dapur MBG dapat segera beroperasi tanpa hambatan birokrasi, sekaligus menepis segala tudingan negatif yang beredar.
Pihak Dapur MBG sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan intervensi ini, namun mereka mengakui bahwa proses pengurusan SLHS masih berjalan dan membutuhkan waktu. Masyarakat berharap semua pihak dapat bersinergi untuk mempercepat proses ini demi keberlanjutan program sosial yang sangat bermanfaat, memastikan bahwa bantuan makanan dapat tersalurkan dengan aman dan lancar kepada mereka yang membutuhkan.