SAMARINDA – Massa Jaringan Aksi Mahasiswa dan Pemuda Pembaharu atau JAMPER Kaltim menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas ESDM Kalimantan Timur, Senin 14 September 2026.
Sekitar 20 orang mengikuti aksi yang berlangsung kurang lebih satu jam tersebut.
Rinciannya, Rp189,5 juta ditemukan di dua ruang kepala bidang, sementara Rp20 juta lainnya disebut berasal dari pihak ketiga.
Koordinator Lapangan JAMPER Kaltim, Wirawan, mendesak agar asal-usul dan peruntukan uang tersebut dibuka secara transparan kepada publik.
JAMPER akan menemui inspektorat kementerian ESDM untuk melaporkan dugaan tata kelola administrasi dalam memproses perijinan dari pihak perusahaan atau pihak ketiga. Diduga ada indikasi gratifikasi,
JAMPER juga mempertanyakan dugaan adanya konflik kepentingan terkait informasi pertemuan Kepala Dinas ESDM Kaltim dengan pihak perusahaan tambang di Jakarta.
Pertemuan itu disebut-sebut berkaitan dengan dukungan dana untuk kegiatan KORMI Kaltim.
Namun, JAMPER menegaskan informasi tersebut masih perlu diverifikasi dan meminta pemeriksaan dilakukan secara serius jika memang terbukti.
Sementara itu, Dinas ESDM Kaltim memberikan klarifikasi.
Staf Bidang Minerba, Ivan, mengatakan pemeriksaan terkait temuan uang tersebut sudah dilakukan Inspektorat Kaltim sejak beberapa bulan lalu.
Sejumlah kepala bidang juga telah dimintai keterangan, dan hasil akhir pemeriksaan masih ditunggu.
Dinas ESDM juga menyebut pembinaan serta sanksi administratif secara berjenjang telah diberikan kepada pegawai terkait.
Terkait keberadaan Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, yang berada di Jakarta saat aksi berlangsung, pihak dinas menyatakan Bambang menjalankan tugas resmi terkait agenda ketenagalistrikan.
Dinas ESDM juga membantah adanya pertemuan terselubung dengan pengusaha tambang.
Kini, JAMPER menyatakan akan terus mengawal persoalan ini.
Mereka meminta satu hal, transparansi.
Jika tidak ada pelanggaran, jelaskan. Jika ada dugaan, periksa. Dan jika terbukti melanggar, tindak secara hukum.