Peserta Program PELITA Batch 5 saat sesi praktik pelatihan teknisi AC di Pulau Obi, bagian dari inisiatif Harita Nickel dan BPVP Ternate untuk meningkatkan kemandirian ekonomi pemuda setempat. (Foto: nasional.tempo.co)
Harita Nickel, bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate, kembali meluncurkan Program PELITA (Pelatihan Industri dan Tata Kelola Lingkungan Terpadu) Batch 5. Inisiatif ini membekali enam belas pemuda dari Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, dengan keterampilan teknisi pendingin udara (AC) residensial. Tujuannya sangat konkret: memperluas peluang kerja dan menopang kemandirian ekonomi masyarakat setempat yang selama ini dominan pada sektor pertanian dan perikanan tradisional. Program ini merupakan kelanjutan dari komitmen Harita Nickel dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia lokal, khususnya di wilayah operasionalnya.
Konteks Pulau Obi dan Kebutuhan Vokasi
Pulau Obi, dengan kekayaan alam dan potensi maritimnya, menghadapi tantangan dalam diversifikasi mata pencarian. Mayoritas penduduknya bergantung pada sektor primer seperti pertanian kelapa dan perikanan. Pergeseran kebutuhan pasar kerja modern menuntut keterampilan baru yang relevan dengan perkembangan industri dan gaya hidup. Pelatihan teknisi AC residensial hadir sebagai jawaban atas permintaan yang meningkat di sektor jasa, tidak hanya untuk mendukung industri pariwisata yang mulai berkembang, tetapi juga memenuhi kebutuhan rumah tangga serta fasilitas umum di pulau tersebut. Program ini secara strategis mengisi celah keterampilan yang sebelumnya belum maksimal tergarap, membuka cakrawala profesi baru bagi para pemuda.
Sinergi Harita Nickel dan BPVP Ternate dalam PELITA
Kerja sama antara sektor swasta dan lembaga pemerintah ini mencerminkan model kolaborasi yang efektif untuk pembangunan daerah. Harita Nickel, sebagai entitas bisnis yang beroperasi di Pulau Obi, menunjukkan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) melalui investasi pada pengembangan sumber daya manusia lokal. Sementara itu, BPVP Ternate membawa ekspertise dan kurikulum pelatihan standar yang telah teruji. Program PELITA Batch 5 ini bukan sekadar pelatihan teknis; ia dirancang untuk menciptakan lulusan yang siap kerja dan mampu bersaing. Peserta menerima tidak hanya pengetahuan teoritis dan praktik instalasi serta pemeliharaan AC, tetapi juga dibekali dengan etos kerja, keselamatan kerja, hingga dasar-dasar kewirausahaan.
- Prinsip dasar kerja sistem AC residensial
- Teknik instalasi dan troubleshooting
- Perawatan berkala dan perbaikan
- Penggunaan alat dan material yang aman
- Standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
Dampak dan Harapan untuk Kemandirian Ekonomi
Enam belas pemuda peserta pelatihan ini kini memiliki bekal yang kuat untuk memasuki pasar kerja atau bahkan memulai usaha mandiri mereka. Sebelumnya, mencari teknisi AC yang kompeten di Pulau Obi kerap menjadi tantangan; masyarakat seringkali harus mendatangkan dari kota besar. Dengan adanya lulusan PELITA, kebutuhan tersebut kini mampu dipenuhi secara lokal, menciptakan efek domino positif bagi perekonomian. Mereka tidak hanya akan melayani kebutuhan di lingkungan sekitar, tetapi juga berpotensi mengisi posisi-posisi di fasilitas industri atau komersial yang semakin berkembang di Halmahera Selatan. Peningkatan keterampilan ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan pendapatan individu dan keluarga, serta mengurangi ketergantungan pada profesi tradisional yang rentan terhadap fluktuasi harga komoditas. “Kami sangat antusias dengan program ini. Dulu, mencari nafkah hanya terbatas pada sawah atau laut. Sekarang, kami punya pilihan lain yang lebih modern dan menjanjikan,” ujar salah seorang peserta, mengungkapkan harapannya.
Membangun Ekosistem Keterampilan Berkelanjutan
Program PELITA ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk membangun ekosistem keterampilan yang berkelanjutan di Pulau Obi dan sekitarnya. Dengan adanya angkatan kelima, Harita Nickel dan BPVP Ternate secara konsisten telah membuktikan komitmennya untuk berinvestasi pada potensi lokal. Keberhasilan program-program sebelumnya telah menghasilkan lulusan yang sukses berkarir atau berwirausaha. Melalui inisiatif seperti ini, masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton atau pekerja di sektor-faktor tertentu, tetapi juga aktor utama dalam pembangunan ekonomi wilayah. Diversifikasi keterampilan seperti teknisi AC, las, atau otomotif dapat menciptakan basis ekonomi yang lebih resilient dan adaptif terhadap perubahan. Ini penting untuk memastikan bahwa pembangunan industri di daerah tersebut juga sejalan dengan peningkatan kualitas hidup dan kemandirian masyarakatnya. Harapan ke depan adalah program serupa dapat terus diperluas, menjangkau lebih banyak pemuda dengan ragam keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja lokal maupun regional.