Ketua DPR Puan Maharani (keempat kiri) bersama jajaran pimpinan DPR dan pejabat Bank Indonesia Destry Damayanti (kedua kanan), Aida S. Budiman (kiri), serta Solikin M. Juhro (kanan) usai Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Rapat tersebut menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI. (Foto: foto.okezone.com)
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) secara resmi menyetujui Destry Damayanti untuk menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031. Keputusan krusial ini diambil dalam Rapat Paripurna DPR ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, pada hari Selasa, 1 September 2026.
Destry Damayanti akan memimpin bank sentral menggantikan Perry Warjiyo, yang mengundurkan diri dari jabatannya sebelum masa bakti kedua yang seharusnya berakhir pada Mei 2028. Pergantian kepemimpinan ini menandai era baru bagi Bank Indonesia, institusi vital yang memegang kendali atas stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional.
Selain penunjukan Destry Damayanti sebagai Gubernur, Rapat Paripurna DPR juga mengesahkan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI. Ketiga sosok ini telah memiliki rekam jejak panjang dan mendalam di sektor ekonomi dan keuangan, khususnya di lingkungan Bank Indonesia.
Komposisi Pimpinan Baru Bank Indonesia
Persetujuan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI menunjukkan kepercayaan DPR terhadap kapabilitas dan pengalaman beliau dalam menghadapi kompleksitas ekonomi global dan domestik. Destry, yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI, telah terlibat aktif dalam perumusan berbagai kebijakan penting di bank sentral.
Sebagai informasi lebih lanjut mengenai komposisi pimpinan yang baru disetujui:
- Gubernur Bank Indonesia: Destry Damayanti (Periode 2026-2031)
- Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia: Aida S. Budiman
- Deputi Gubernur Bank Indonesia: Solikin M. Juhro
Rapat paripurna yang mengesahkan keputusan ini dipimpin oleh Ketua DPR Puan Maharani. Dalam sesi foto bersama pasca-rapat, turut hadir mendampingi para pimpinan BI yang baru disetujui antara lain Wakil Ketua DPR Saan Mustopa, Sari Yuliati, Sufmi Dasco Ahmad, dan Cucun Ahmad Syamsurijal.
Tantangan Ekonomi Menanti Pimpinan BI Baru
Di bawah kepemimpinan Destry Damayanti, Bank Indonesia akan menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang tidak ringan. Mandat utama BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan laju inflasi, dan memelihara stabilitas sistem keuangan akan tetap menjadi prioritas utama. Selain itu, peran aktif bank sentral dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan juga semakin krusial, terutama melalui kebijakan makroprudensial yang adaptif serta pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital.
Pengunduran diri Perry Warjiyo yang tergolong lebih awal, serta proses pergantian ini, membuka ruang bagi adaptasi dan inovasi dalam merespons lanskap ekonomi global pascapandemi, dinamika geopolitik, dan transisi menuju ekonomi hijau. Destry Damayanti diharapkan mampu merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter yang responsif, adaptif, dan berorientasi pada masa depan. Untuk memahami lebih jauh tentang fungsi dan peran vital Bank Indonesia dalam perekonomian, masyarakat dapat mengakses informasi melalui situs resmi www.bi.go.id.
Mekanisme Persetujuan DPR dan Implikasinya
Persetujuan calon pimpinan Bank Indonesia oleh DPR merupakan tahapan penting dalam sistem checks and balances kenegaraan. Proses ini diawali dengan pengajuan nama-nama oleh Presiden, dilanjutkan dengan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang komprehensif di Komisi XI DPR. Uji kelayakan ini bertujuan memastikan bahwa calon pimpinan BI memiliki kapasitas, integritas, dan independensi yang mutlak diperlukan untuk mengelola kebijakan moneter dan stabilitas keuangan negara.
Pergantian estafet kepemimpinan di Bank Indonesia ini menjadi momen strategis bagi arah kebijakan ekonomi nasional. Pasar dan masyarakat menaruh harapan besar pada kepemimpinan baru ini untuk menjaga resiliensi ekonomi Indonesia di tengah berbagai gejolak dan ketidakpastian global.