Romelu Lukaku merayakan golnya untuk Timnas Belgia, melanjutkan dominasinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Rode Duivels. (Foto: sport.detik.com)
BRUSSELS – Penyerang andalan Romelu Lukaku kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola Belgia setelah berhasil mencetak gol ke-90 untuk tim nasional. Gol krusial ini tercipta saat Belgia menjamu Kroasia dalam sebuah laga uji coba yang berakhir 2-0. Pertandingan ini menjadi bagian penting dari persiapan Rode Duivels menuju Kualifikasi Piala Dunia 2026, menegaskan kembali dominasi dan pentingnya sosok Lukaku di lini serang tim.
Dominasi Tak Terbantahkan di Rode Duivels
Dengan 90 gol, Romelu Lukaku tidak hanya sekadar melampaui, tetapi telah jauh meninggalkan para legenda Belgia lainnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa. Sebelum era Lukaku, nama-nama seperti Bernard Voorhoof dan Paul Van Himst sempat berbagi takhta dengan 30 gol. Namun, sejak debutnya pada tahun 2010, Lukaku secara konsisten menunjukkan insting golnya yang tajam, memecahkan rekor demi rekor, dan kini memegang rekor tersebut dengan selisih yang sangat signifikan.
Pencapaian ini bukan datang dalam semalam. Lukaku telah menjadi tulang punggung serangan Belgia di tiga edisi Piala Dunia (2014, 2018, 2022) dan dua Kejuaraan Eropa (2016, 2020). Kemampuannya dalam duel udara, kekuatan fisik, serta penyelesaian akhir yang mematikan telah menjadikannya ancaman konstan bagi setiap lawan. Kontribusi golnya sering kali menjadi penentu kemenangan penting bagi Belgia, baik dalam pertandingan kualifikasi maupun turnamen besar.
Beberapa poin penting perjalanan rekor gol Lukaku untuk Belgia:
- Debut Timnas Senior: 24 Februari 2010 melawan Kroasia.
- Gol Pertama: 8 Oktober 2010 melawan Kazakhstan.
- Memecahkan Rekor Pencetak Gol Terbanyak Belgia: 2017, melampaui Paul Van Himst.
- Konsistensi: Terus mencetak gol dalam setiap siklus kualifikasi dan turnamen besar.
Mengukir Nama di Jajaran Top Skor Dunia
Pencapaian 90 gol untuk tim nasional menempatkan Romelu Lukaku pada posisi yang sangat eksklusif di panggung sepak bola internasional. Ia kini sejajar dengan para legenda dan bintang sepak bola dunia sebagai salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk negara mereka. Sebagai perbandingan, hanya segelintir pemain di dunia yang memiliki catatan gol internasional lebih banyak darinya, seperti Cristiano Ronaldo (Portugal), Ali Daei (Iran), Lionel Messi (Argentina), Sunil Chhetri (India), Mokhtar Dahari (Malaysia), dan Ferenc Puskás (Hungaria).
Lukaku kini berada di antara 10 besar pencetak gol terbanyak dalam sejarah sepak bola pria internasional. Ini adalah indikasi nyata dari kualitas, keuletan, dan dedikasinya terhadap Timnas Belgia. Ia tidak hanya menjadi penyerang haus gol, tetapi juga simbol dari era keemasan sepak bola Belgia dalam satu dekade terakhir. Kehadirannya selalu menjadi jaminan gol dan tekanan di lini pertahanan lawan.
Konsistensi dan Peran Krusial Menuju Piala Dunia 2026
Meskipun sering menjadi sasaran kritik atas performanya di klub, terutama pada periode tertentu, komitmen dan ketajaman Lukaku di level internasional jarang dipertanyakan. Statistiknya berbicara sendiri. Ia selalu berhasil menemukan ritme terbaiknya saat mengenakan seragam Rode Duivels, membuktikan bahwa tekanan seragam tim nasional adalah motivasi tersendiri baginya.
Dalam pertandingan melawan Kroasia tersebut, Lukaku tidak hanya mencetak gol, tetapi juga menunjukkan pergerakan cerdas dan kemampuan menahan bola yang penting untuk membangun serangan. Ini adalah sinyal positif bagi pelatih Domenico Tedesco dan seluruh skuad Belgia. Dengan Piala Dunia 2026 yang semakin mendekat, peran Lukaku sebagai ujung tombak utama akan tetap krusial. Pengalamannya, ditambah dengan ketajaman yang tak pernah pudar, akan sangat dibutuhkan untuk membimbing generasi pemain Belgia yang lebih muda dan mewujudkan ambisi tim di panggung global.
Pencapaian ini juga mengingatkan pada artikel sebelumnya tentang bagaimana Lukaku secara konsisten memecahkan rekor di kualifikasi Euro 2024, menegaskan posisinya sebagai ancaman gol yang tak tertandingi di Eropa. Kesinambungan performa ini menjadikannya salah satu aset paling berharga bagi Belgia.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Usia Romelu Lukaku yang akan mencapai 33 tahun saat Piala Dunia 2026 berlangsung mungkin menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan performanya. Namun, melihat dedikasi dan fisik yang ia jaga, sangat mungkin Lukaku akan tetap menjadi pilihan utama. Tantangan terbesarnya adalah menjaga kebugaran, menghindari cedera, dan terus beradaptasi dengan taktik tim yang mungkin akan terus berevolusi.
Bagi Belgia, memiliki striker dengan kaliber seperti Lukaku adalah sebuah kemewahan. Dengan 90 gol yang telah dikumpulkannya, ia tidak hanya menjadi pencetak gol, tetapi juga seorang pemimpin di lapangan. Harapan besar tentu disematkan padanya untuk membawa Belgia meraih kejayaan yang selama ini diidam-idamkan, menjadikan pencapaian rekornya sebagai fondasi menuju kesuksesan yang lebih besar.