Tim SAR gabungan menyisir Sungai Ciliwung menggunakan perahu karet dalam upaya pencarian Afik Rabani Ramadhan, remaja 14 tahun yang hanyut. (Foto: news.okezone.com)
Pencarian Remaja 14 Tahun Hilang di Sungai Ciliwung Depok Terus Berlanjut
Tim SAR gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian terhadap Afik Rabani Ramadhan, seorang remaja berusia 14 tahun, yang dilaporkan terseret arus Sungai Ciliwung. Insiden tragis ini terjadi di wilayah Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, pada Minggu, 17 Mei 2024, sekitar pukul 17.10 WIB. Kehilangan Afik saat mencoba mengambil kail pancing yang tersangkut telah memicu keprihatinan luas dan mengingatkan kembali akan bahaya yang mengintai di sepanjang aliran sungai.
Sejak laporan diterima, berbagai unsur tim penyelamat telah dikerahkan ke lokasi. Mereka bekerja tanpa henti menyisir area sungai dengan harapan dapat segera menemukan Afik. Kondisi arus Sungai Ciliwung yang kerap berubah dan adanya sejumlah titik kedalaman yang ekstrem menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian ini. Keluarga korban dan warga sekitar turut memantau dengan cemas, berharap keajaiban datang.
Kronologi Kejadian dan Upaya Pencarian
Menurut keterangan saksi mata yang dihimpun tim SAR di lapangan, Afik Rabani Ramadhan, seorang pelajar yang dikenal aktif, diketahui sedang memancing bersama beberapa temannya di tepi Sungai Ciliwung pada Minggu sore. Suasana sore yang tenang berubah menjadi panik ketika kail pancing Afik tersangkut di tengah arus. Dalam upaya untuk mengambilnya, Afik diduga kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke dalam air. Arus sungai yang saat itu cukup deras langsung menyeret tubuhnya.
Teman-teman Afik yang melihat kejadian tersebut segera berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Laporan cepat disampaikan kepada pihak berwenang, memicu respons tanggap darurat dari tim SAR gabungan. Tim yang terdiri dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kantor SAR Jakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Depok, TNI, Polri, serta sejumlah relawan komunitas setempat segera meluncur ke lokasi kejadian.
“Kami telah mengerahkan puluhan personel dengan peralatan lengkap, termasuk perahu karet, alat selam, dan perlengkapan navigasi sungai,” ujar seorang koordinator lapangan dari Basarnas. “Fokus pencarian saat ini meliputi radius beberapa kilometer dari titik terakhir korban terlihat, dengan membagi sektor pencarian menjadi beberapa zona untuk efisiensi.” Petugas juga melakukan pemantauan dari darat di sepanjang bantaran sungai untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban. Cuaca yang sempat kurang bersahabat dan visibilitas yang rendah menjelang malam hari menjadi kendala tambahan bagi tim penyelamat.
Pentingnya Keselamatan dan Pelajaran dari Insiden
Insiden hanyutnya Afik Rabani Ramadhan bukan kali pertama terjadi di Sungai Ciliwung, mengingatkan kembali akan bahaya yang selalu mengintai, terutama bagi mereka yang kurang familiar dengan karakteristik sungai ini. Sungai Ciliwung, dengan arusnya yang bisa tiba-tiba membesar terutama setelah hujan deras di hulu, serta kedalamannya yang bervariasi, memerlukan kewaspadaan ekstra dari masyarakat.
Otoritas setempat dan pegiat lingkungan telah berulang kali menyerukan pentingnya edukasi keselamatan di sekitar perairan. Berikut adalah beberapa poin penting untuk menjaga keselamatan di sungai:
- Hindari Bermain di Tepi Sungai Saat Arus Deras: Terutama setelah hujan, permukaan air sungai bisa naik dengan cepat dan arusnya menjadi sangat kuat.
- Selalu Awasi Anak-anak: Pastikan anak-anak selalu dalam pengawasan orang dewasa saat berada di dekat sungai atau perairan terbuka lainnya.
- Gunakan Perlengkapan Keselamatan: Bagi yang melakukan aktivitas di air, seperti memancing atau berperahu, wajib mengenakan pelampung atau alat keselamatan lainnya.
- Pahami Kondisi Sungai: Kenali karakteristik sungai di sekitar Anda, termasuk titik-titik berbahaya atau daerah rawan pusaran air.
- Laporkan Segera Insiden: Jika melihat seseorang dalam bahaya atau insiden serupa, segera laporkan kepada pihak berwenang (Basarnas, BPBD, atau polisi).
Pemerintah daerah dan komunitas lokal diharapkan terus meningkatkan kampanye kesadaran akan bahaya sungai. Tips aman di sekitar sungai menjadi informasi vital yang perlu disosialisasikan secara berkelanjutan, terutama di wilayah-wilayah yang berbatasan langsung dengan aliran sungai.
Semoga upaya pencarian Afik Rabani Ramadhan segera membuahkan hasil, dan kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih meningkatkan kewaspadaan demi menghindari terulangnya tragedi serupa di masa mendatang. Tim SAR gabungan berjanji akan terus melanjutkan operasi hingga Afik ditemukan.