Ayah berperan krusial dalam memupuk kepercayaan diri dan membentuk karakter anak melalui Program GATI BKKBN. (Foto: kaltim.antaranews.com)
SAMARINDA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) atau BKKBN Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) secara agresif memperkuat implementasi Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Inisiatif strategis ini dirancang untuk secara substansial memupuk kepercayaan diri pada anak-anak, dengan tujuan akhir membentuk generasi yang tidak hanya berkualitas tetapi juga tangguh dan siap menghadapi dinamika masa depan. Penguatan GATI menjadi respons konkret terhadap urgensi pelibatan aktif ayah dalam pengasuhan demi optimalisasi tumbuh kembang anak.
Program GATI berlandaskan pada pemahaman bahwa peran ayah dalam keluarga tidak hanya terbatas pada pencari nafkah, melainkan juga sebagai figur penting yang berkontribusi dalam pembentukan karakter, emosional, dan kognitif anak. Melalui GATI, BKKBN Kaltim mendorong para ayah untuk lebih proaktif terlibat dalam berbagai aspek kehidupan anak, mulai dari pendidikan, bermain, hingga memberikan dukungan emosional yang konsisten. Keterlibatan ini krusial untuk menciptakan lingkungan keluarga yang suportif, di mana anak merasa dicintai, dihargai, dan memiliki landasan kuat untuk mengembangkan potensi dirinya.
Mengapa Peran Ayah Penting dalam Membangun Kepercayaan Diri Anak?
Studi psikologi dan perkembangan anak menunjukkan bahwa kehadiran dan keterlibatan positif seorang ayah memiliki dampak signifikan terhadap pembentukan identitas diri dan kepercayaan diri anak. Anak-anak yang memiliki ayah yang aktif dan terlibat cenderung menunjukkan:
- Kemandirian Lebih Tinggi: Ayah seringkali mendorong eksplorasi dan pengambilan risiko yang sehat, membantu anak belajar dari pengalaman dan membangun kemandirian.
- Keterampilan Sosial yang Lebih Baik: Interaksi dengan ayah dapat memperkaya dinamika sosial anak, mengajarkan mereka cara bernegosiasi, bekerja sama, dan menyelesaikan konflik.
- Prestasi Akademik yang Meningkat: Ayah yang terlibat dalam pendidikan anak dapat memotivasi mereka untuk berprestasi dan menunjukkan ketertarikan pada pembelajaran.
- Ketahanan Emosional: Dukungan emosional dari ayah membantu anak menghadapi tekanan, mengatasi kegagalan, dan mengembangkan resiliensi.
- Penurunan Risiko Masalah Perilaku: Kehadiran ayah yang suportif seringkali berkorelasi dengan penurunan risiko masalah perilaku, kenakalan remaja, dan depresi pada anak.
Program GATI di Kaltim berupaya mengintegrasikan prinsip-prinsip ini melalui berbagai kegiatan seperti lokakarya, seminar, dan kelompok diskusi bagi para ayah. Materi yang disampaikan meliputi teknik pengasuhan positif, komunikasi efektif dengan anak, manajemen emosi, dan pentingnya menjadi teladan. Dengan demikian, GATI tidak sekadar menjadi program, melainkan sebuah gerakan kultural untuk mengembalikan dan memperkuat esensi peran ayah dalam keluarga modern.
Sinergi BKKBN Kaltim dalam Mewujudkan Generasi Berkualitas
Penguatan Program GATI ini merupakan bagian integral dari visi besar BKKBN untuk mewujudkan keluarga berkualitas dan pertumbuhan penduduk yang seimbang. Sebelumnya, BKKBN secara nasional telah gencar dengan berbagai program pengembangan keluarga, termasuk Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL), yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup setiap tahapan usia anggota keluarga. GATI melengkapi inisiatif tersebut dengan fokus spesifik pada pemberdayaan peran ayah yang seringkali kurang terekspos dibandingkan peran ibu.
BKKBN Kaltim berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan tokoh agama, untuk memastikan jangkauan GATI semakin luas dan inklusif. Pendekatan lintas sektor ini penting mengingat keberagaman budaya dan geografis di Kalimantan Timur. Pelibatan tokoh masyarakat juga diharapkan dapat menjadi penggerak perubahan di tingkat akar rumput, mendorong partisipasi aktif dari komunitas.
Dalam jangka panjang, keberhasilan Program GATI diharapkan mampu menciptakan ekosistem keluarga yang lebih harmonis dan suportif, tempat anak-anak tumbuh dengan keyakinan diri yang kuat, kemampuan adaptasi yang tinggi, serta nilai-nilai karakter yang luhur. Ini adalah investasi jangka panjang yang krusial bagi masa depan Kalimantan Timur, bahkan Indonesia secara keseluruhan, dalam menghadapi tantangan global dan mempersiapkan bonus demografi dengan sumber daya manusia yang unggul.