Pedagang melayani pembeli yang antusias memilih beragam jenis kurma di Pasar Tanah Abang, Jakarta, salah satu pusat penjualan kurma terbesar di ibu kota, saat bulan suci Ramadan. (Foto: foto.okezone.com)
Berkah Ramadan di Tanah Abang: Penjualan Kurma Melonjak 15 Persen
Pusat grosir terbesar di Jakarta, Pasar Tanah Abang, kembali menjadi saksi geliat ekonomi yang signifikan seiring tibanya bulan suci Ramadan. Geliat penjualan kurma, sebagaimana terpantau pada sebuah Sabtu di awal Ramadan, menunjukkan peningkatan yang menggembirakan. Pedagang melaporkan adanya lonjakan permintaan hingga 15 persen, menjadi berkah tersendiri bagi mereka yang telah bersiap menyambut tradisi berbuka puasa dengan hidangan istimewa ini. Fenomena ini juga memperkuat tren positif yang telah kami soroti dalam artikel sebelumnya tentang Dampak Ramadan pada UMKM Makanan, menunjukkan vitalitas ekonomi mikro selama bulan suci.
Kurma, buah yang kaya akan nutrisi dan memiliki nilai historis serta religius yang kuat, selalu menjadi primadona selama Ramadan. Peningkatan penjualan ini tidak hanya mencerminkan daya beli masyarakat yang meningkat, tetapi juga menegaskan posisi kurma sebagai makanan wajib untuk takjil di setiap rumah tangga muslim. Dari berbagai sudut pasar, keramaian pembeli yang memilah dan memilih kurma menjadi pemandangan akrab yang menandai kemeriahan bulan puasa.
Lonjakan Permintaan Menggembirakan Pedagang
Kenaikan penjualan 15 persen ini disambut antusias oleh para pedagang. “Alhamdulillah, setiap Ramadan selalu ada peningkatan. Tahun ini, lonjakannya cukup terasa. Sejak seminggu sebelum puasa, pembeli sudah mulai berdatangan untuk stok,” ujar Bu Sari, salah seorang pedagang kurma di Blok A Pasar Tanah Abang, dengan senyum merekah. Ia menambahkan bahwa pasokan kurma dari berbagai negara telah mereka siapkan jauh hari untuk mengantisipasi tingginya permintaan ini.
Lonjakan ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari tradisi dan kebutuhan spiritual umat Islam di Indonesia. Kurma dipercaya memiliki khasiat yang baik untuk memulihkan energi setelah seharian berpuasa, menjadikannya pilihan utama untuk mengawali buka puasa sesuai sunah Nabi Muhammad SAW. Dengan datangnya Ramadan, para pedagang di Tanah Abang kini bekerja ekstra untuk melayani setiap pelanggan yang berdatangan, baik pembeli eceran maupun grosir untuk dijual kembali.
Ragam Pilihan Kurma dan Kisaran Harganya
Pasar Tanah Abang terkenal dengan variasi dagangannya, termasuk kurma. Pembeli dapat menemukan beragam jenis kurma, masing-masing dengan karakteristik dan harga yang berbeda, menawarkan pilihan sesuai selera dan anggaran. Beberapa jenis kurma yang paling dicari antara lain:
- Ajwa: Dikenal sebagai ‘Kurma Nabi’, memiliki tekstur lembut dan rasa manis yang khas.
- Sukari: Disebut ‘Kurma Raja’ karena rasanya yang sangat manis dan teksturnya yang legit, sering menjadi favorit.
- Medjool: Berukuran besar, daging tebal, dan rasa karamel yang kaya, membuatnya premium.
- Khalas: Kurma dengan rasa manis seimbang dan tekstur kenyal, populer untuk konsumsi harian.
- Safawi: Mirip dengan Ajwa, berwarna gelap dan memiliki rasa manis sedang.
- Bahri: Kurma muda yang renyah dan sedikit sepat, sering dinikmati segar.
- Ruthob: Kurma segar yang masih basah, memiliki rasa manis lembut dan tekstur garing.
Harga kurma di Pasar Tanah Abang bervariasi, dimulai dari Rp60.000 hingga Rp350.000 per kilogram. Perbedaan harga ini ditentukan oleh jenis kurma, asal negara, kualitas, serta tingkat kelangkaannya. Kurma premium seperti Ajwa atau Medjool umumnya memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan jenis kurma lainnya, mencerminkan kualitas dan popularitasnya di kalangan konsumen.
“Saya biasanya mencari kurma Sukari atau Khalas karena harganya terjangkau dan rasanya cocok di lidah keluarga,” ungkap Ibu Rahma, seorang ibu rumah tangga yang sedang berbelanja. “Tapi kalau ada rezeki lebih, sesekali ingin juga mencoba kurma Ajwa yang katanya berkah.” Ini menunjukkan bahwa preferensi konsumen juga dipengaruhi oleh budget dan kepercayaan akan khasiat kurma tertentu.
Pasar Tanah Abang, Magnet Pembeli Kurma
Sebagai salah satu pusat perdagangan terbesar di Asia Tenggara, Pasar Tanah Abang memiliki daya tarik tersendiri, khususnya selama Ramadan. Kemudahan akses, variasi produk yang melimpah, dan harga yang kompetitif menjadikannya tujuan utama bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk mencari kebutuhan Ramadan, termasuk kurma. Suasana pasar yang semarak, tawar-menawar yang hangat, dan aroma khas rempah serta buah kering menciptakan pengalaman berbelanja yang unik dan tak terlupakan.
Selain itu, banyak pedagang di Tanah Abang telah menjalin hubungan baik dengan pemasok kurma dari berbagai negara penghasil, seperti Arab Saudi, Iran, dan Mesir. Hal ini memastikan ketersediaan pasokan yang stabil dan beragam, memenuhi selera pasar Indonesia yang kian sophisticated. Kedekatan dengan rantai pasok global ini menjadi salah satu kekuatan Pasar Tanah Abang dalam menjaga dominasinya sebagai sentra penjualan kurma.
Makna Kurma dalam Tradisi Berbuka Puasa
Lebih dari sekadar komoditas dagang, kurma memegang makna mendalam dalam tradisi berbuka puasa. Mengawali buka puasa dengan kurma adalah sunah Nabi Muhammad SAW, yang mengajarkan untuk mengonsumsi ganjil butir kurma atau air putih. Dari perspektif kesehatan, kurma menyediakan energi cepat dari gula alami, serat untuk pencernaan, dan berbagai mineral penting yang sangat dibutuhkan tubuh setelah berpuasa seharian. “Kurma adalah sumber energi instan yang aman dan alami untuk tubuh setelah menahan lapar dan dahaga. Seratnya juga baik untuk pencernaan,” jelas dr. Tania, seorang ahli gizi di Jakarta.
Tradisi ini telah diwariskan turun-temurun, menjadikan kurma bukan hanya makanan, tetapi juga bagian tak terpisahkan dari ritual spiritual dan budaya Ramadan. Dengan terus meningkatnya kesadaran akan pola hidup sehat dan nilai-nilai keislaman, permintaan akan kurma diprediksi akan tetap tinggi di masa-masa Ramadan mendatang.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai manfaat kesehatan kurma saat berpuasa, Anda dapat mengunjungi artikel ini: Manfaat Kurma Saat Berbuka Puasa.