Son Heung-min, kapten Timnas Korea Selatan, berpotensi mencetak sejarah dengan partisipasi keempatnya di Piala Dunia 2026. (Foto: sport.detik.com)
Son Heung-min di Ambang Sejarah: Potensi Tampil di Empat Piala Dunia
Kapten Timnas Korea Selatan, Son Heung-min, kini sedang menjadi sorotan setelah potensi besar untuk mengukir sejarah pribadi di kancah Piala Dunia. Pemain yang akan berusia 33 tahun pada gelaran Piala Dunia 2026 itu berpeluang tampil di edisi keempat pesta sepak bola sejagat. Ini merupakan sebuah pencapaian langka yang akan semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu legenda hidup sepak bola Asia.
Narasi seputar Son yang sudah bermain di empat edisi Piala Dunia, khususnya di tahun 2026, memang perlu diluruskan. Saat ini, Son Heung-min telah berpartisipasi dalam tiga edisi Piala Dunia (2014, 2018, 2022). Dengan usianya yang masih sangat kompetitif dan performa konsisten di level klub bersama Tottenham Hotspur, peluangnya untuk membela Taeguk Warriors di Piala Dunia 2026 sangat terbuka lebar. Jika terealisasi, ini akan menjadi momen monumental bagi karir dan warisan sepak bolanya.
Jejak Gemilang Son di Tiga Edisi Piala Dunia Sebelumnya
Perjalanan Son Heung-min di panggung Piala Dunia dimulai sejak edisi 2014 di Brasil. Sebagai talenta muda yang sedang naik daun, ia menunjukkan sekilas kemampuannya, bahkan mencetak gol ke gawang Aljazair. Empat tahun berselang, di Rusia 2018, Son tampil lebih matang dan menjadi figur sentral. Ia mencetak dua gol, termasuk gol kemenangan dramatis melawan juara bertahan Jerman, sebuah hasil yang mengejutkan dunia dan menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah partisipasi Korea Selatan di Piala Dunia. Meskipun Korea Selatan gagal lolos dari fase grup, penampilan Son sangat diapresiasi.
Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi panggung pembuktian kepemimpinan Son. Dengan mengenakan topeng pelindung wajah akibat cedera, ia tetap tampil penuh semangat sebagai kapten tim. Momen paling krusial adalah saat ia memberikan assist brilian untuk gol Hwang Hee-chan di menit-menit akhir pertandingan melawan Portugal, yang memastikan Korea Selatan lolos ke babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak 2010. Ini menunjukkan tidak hanya skill individunya tetapi juga kemampuannya menginspirasi tim di momen-momen genting.
- Piala Dunia 2014 (Brasil): Debut, mencetak gol vs Aljazair.
- Piala Dunia 2018 (Rusia): Mencetak dua gol, termasuk gol kemenangan bersejarah vs Jerman.
- Piala Dunia 2022 (Qatar): Memimpin tim sebagai kapten, memberikan assist penentu lolos ke babak gugur vs Portugal.
Menuju Piala Dunia 2026: Ambisi, Tantangan, dan Rekor Elite
Prospek Son Heung-min bermain di Piala Dunia keempatnya pada tahun 2026 sangat bergantung pada beberapa faktor, termasuk performa fisiknya dan kualifikasi Timnas Korea Selatan. Pada saat turnamen itu tiba, Son akan berusia 33 tahun, usia yang masih memungkinkan bagi banyak pemain top dunia untuk tampil di level tertinggi, terutama dengan kemajuan ilmu olahraga dan nutrisi. Dedikasi dan profesionalisme Son selama ini menjadi jaminan bahwa ia akan menjaga kebugarannya.
Jika berhasil tampil, Son akan bergabung dengan daftar elite pemain dunia yang telah mencapai atau melampaui empat partisipasi di Piala Dunia. Nama-nama legendaris seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Lothar Matthäus, Gianluigi Buffon, Antonio Carbajal, Rafael Márquez, Andrés Guardado, dan Guillermo Ochoa adalah sedikit dari pesepak bola yang telah mencicipi empat atau bahkan lima edisi Piala Dunia. Kehadiran Son dalam daftar ini akan menjadi pengakuan global atas karir panjang dan konsistensinya.
Bagi Korea Selatan, kehadiran Son di Piala Dunia 2026 akan sangat vital, bukan hanya karena kualitas permainannya tetapi juga karena nilai kepemimpinan dan inspirasinya. Ia adalah ikon sepak bola Korea dan Asia, yang mampu menarik perhatian dunia. Timnas Korea Selatan sendiri akan berjuang keras di babak kualifikasi untuk mengamankan tempat di turnamen yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini. Dengan pengalaman dan kepemimpinan Son, peluang mereka untuk lolos tentu semakin besar.
Warisan dan Pengaruh Global Son Heung-min
Son Heung-min bukan hanya seorang pesepak bola, melainkan sebuah fenomena budaya. Popularitasnya melampaui batas-batas lapangan hijau dan negaranya. Sebagai kapten tim Liga Primer Inggris dan pemain kunci di salah satu liga terbaik dunia, ia telah membuka jalan bagi banyak pemain Asia lainnya untuk bermimpi lebih tinggi. Partisipasi keempatnya di Piala Dunia, jika terwujud, akan semakin mengukuhkan warisannya sebagai salah satu atlet terbesar yang pernah dihasilkan Asia. Ia telah menginspirasi jutaan anak muda di seluruh dunia untuk mengejar impian mereka di sepak bola.
Analisis lebih lanjut mengenai para pemain yang tampil di banyak edisi Piala Dunia dapat dilihat di situs resmi FIFA. Artikel ini secara khusus membahas pencapaian Son dan konteksnya di dunia sepak bola global.