Sultan Hassanal Bolkiah dikenal gemar menerbangkan sendiri pesawat pribadinya, sebuah Boeing 747 'Flying Palace', yang merupakan salah satu aset mewahnya. (Foto: economy.okezone.com)
CEBU – Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, kembali menarik perhatian dunia setelah sebuah laporan mengklaim dirinya menerbangkan sendiri pesawat jet pribadinya, sebuah Boeing 747, menuju Cebu, Filipina, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2026. Meskipun KTT ASEAN 2026 belum berlangsung secara resmi pada saat ini, gaya perjalanan sang Sultan yang tak biasa ini bukanlah hal baru. Tindakannya ini sekali lagi menyoroti statusnya sebagai salah satu kepala negara terkaya di dunia, dengan gaya hidup mewah yang didukung oleh kekayaan fantastis negaranya.
Kemampuan Sultan Hassanal Bolkiah untuk menerbangkan sendiri pesawat komersial berukuran besar seperti Boeing 747 memang sudah menjadi rahasia umum. Ini bukan hanya sekadar hobi, melainkan juga simbol kekuatan dan kemandirian yang dimiliki oleh seorang pemimpin monarki absolut yang memerintah salah satu negara terkaya di Asia Tenggara.
Gaya Unik Sang Sultan: Dari Pilot Hingga Istana Megah
Sultan Hassanal Bolkiah memiliki lisensi pilot dan dikenal sering menerbangkan sendiri jet pribadi mewah miliknya ke berbagai pertemuan internasional. Jet pribadi yang sering digunakannya adalah Boeing 747-400 yang telah dimodifikasi secara ekstensif, sering dijuluki ‘Flying Palace’. Pesawat ini dilengkapi dengan interior super mewah, mulai dari lapisan emas, kamar tidur pribadi, hingga ruang makan yang megah, mencerminkan kekayaannya yang tak terbatas. Kehadiran Sultan di sebuah KTT dengan mengemudikan pesawatnya sendiri selalu menjadi magnet perhatian, tidak hanya bagi media tetapi juga para pemimpin negara lainnya.
Selain pesawat, Sultan juga dikenal dengan koleksi mobilnya yang luar biasa. Konon, ia memiliki ribuan mobil mewah, termasuk model-model langka dan edisi terbatas dari merek-merek seperti Rolls-Royce, Ferrari, dan Lamborghini. Koleksi ini menjadi salah satu yang terbesar dan termahal di dunia, menandakan betapa jauhnya skala kemewahan yang ia nikmati.
Tempat tinggal resminya, Istana Nurul Iman, juga merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Dengan lebih dari 1.700 kamar, 257 kamar mandi, dan 5 kolam renang, istana ini menjadi lambang kekuasaan dan kemegahan Kerajaan Brunei. Kemewahan yang dipertontonkan ini menunjukkan betapa besarnya pundi-pundi kekayaan yang ia miliki.
Brunei Darussalam: Sumber Kekayaan Tak Terbatas
Kekayaan pribadi Sultan Hassanal Bolkiah diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar AS, menempatkannya di antara para miliarder terkaya di dunia. Sumber utama kekayaan ini tidak lain adalah cadangan minyak dan gas alam Brunei Darussalam yang melimpah ruah. Sebagai penguasa absolut, Sultan memiliki kendali penuh atas kekayaan alam negaranya, yang telah memposisikan Brunei sebagai salah satu negara dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) per kapita tertinggi di dunia.
- Eksportir Minyak dan Gas: Brunei adalah salah satu eksportir minyak mentah dan gas alam cair (LNG) terbesar di dunia. Penjualan komoditas ini menjadi tulang punggung perekonomian negara kecil tersebut.
- Investasi Global: Kekayaan negara juga diinvestasikan secara strategis melalui Brunei Investment Agency (BIA), dana kekayaan kedaulatan yang mengelola aset-aset global untuk masa depan Brunei.
- Bebas Pajak: Warga Brunei menikmati banyak fasilitas dan tunjangan dari pemerintah, termasuk subsidi untuk pendidikan, layanan kesehatan, dan bahan bakar, bahkan bebas dari pajak penghasilan pribadi, yang sebagian besar dimungkinkan oleh pendapatan minyak dan gas.
Sebagai informasi tambahan, Sultan Hassanal Bolkiah sendiri telah menjadi kepala negara Brunei Darussalam sejak tahun 1967, menjadikannya salah satu monarki yang paling lama berkuasa di dunia. Forbes pernah menempatkannya dalam daftar orang terkaya di dunia, menyoroti asetnya yang luar biasa.
Kehadiran Sultan di KTT ASEAN, baik di masa lalu maupun rencana di masa depan, selalu menarik perhatian. Terlebih lagi, dengan aksi menerbangkan jet pribadinya sendiri, hal ini bukan hanya menunjukkan kepiawaiannya sebagai pilot, tetapi juga secara tidak langsung memamerkan kemegahan dan kemewahan yang hanya bisa dimiliki oleh pemimpin negara super kaya seperti dirinya.