Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan sisa-sisa api di area yang terdampak di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar, Malang, pasca-insiden yang menyebabkan evakuasi belasan pasien. (Foto: cnnindonesia.com)
Kobaran api melahap sebagian area dapur dan ruang laundry di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Saiful Anwar (RSSA) pada Kamis pagi, memicu evakuasi darurat terhadap 19 pasien. Insiden yang terjadi di salah satu fasilitas kesehatan rujukan utama Jawa Timur ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka serius, namun sempat menyebabkan kepanikan dan mengganggu sebagian operasional medis. Pihak berwenang kini telah memulai penyelidikan untuk mendalami penyebab pasti kebakaran tersebut.
Kronologi Kebakaran dan Evakuasi Cepat
Api pertama kali teridentifikasi sekitar pukul 06.30 WIB di area dapur utama rumah sakit. Dalam waktu singkat, kepulan asap tebal mulai terlihat dan kemudian api menjalar ke ruang laundry yang lokasinya berdekatan. Petugas keamanan rumah sakit segera mengambil tindakan awal dengan mengaktifkan alarm kebakaran dan mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Respons cepat juga datang dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota. Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran segera diterjunkan ke lokasi kejadian. Petugas pemadam kebakaran berhasil menguasai api dalam waktu kurang dari satu jam, diikuti dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan mencegah penyalaan kembali.
Tim medis dan paramedis RSSA bertindak sigap dalam menghadapi situasi darurat ini. Mereka melakukan evakuasi 19 pasien yang dirawat di bangsal terdekat dari lokasi kebakaran. Para pasien, yang mayoritas adalah pasien rawat inap non-kritis, dipindahkan secara tertib dan aman ke area yang lebih kondusif di bangsal lain atau ruang observasi sementara. Proses evakuasi ini berjalan lancar berkat koordinasi yang baik antara seluruh staf rumah sakit dan petugas di lapangan, yang secara kolektif mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pasien selama kondisi genting tersebut.
Fokus Penyelidikan pada Sumber Api
Area dapur dan ruang laundry mengalami kerusakan yang signifikan akibat amukan si jago merah. Peralatan masak, mesin cuci, serta instalasi kelistrikan di kedua ruangan tersebut hangus terbakar dan tidak dapat digunakan lagi. Kerugian material akibat insiden ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta, Kompol Wahyu Hidayat, menyatakan bahwa tim identifikasi dari kepolisian dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Kami tengah mengumpulkan bukti-bukti di lapangan, termasuk memeriksa kondisi instalasi listrik dan peralatan yang ada di lokasi. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik atau kemungkinan adanya kelalaian dalam penggunaan peralatan dapur, mengingat area tersebut sangat rentan dengan sumber panas dan beban listrik yang tinggi,” jelas Kompol Wahyu. Penyelidikan lebih lanjut akan melibatkan analisis puing-puing serta pengambilan keterangan dari sejumlah saksi dan staf rumah sakit yang berada di lokasi saat kejadian.
Urgensi Peningkatan Standar Keselamatan di Rumah Sakit
Insiden kebakaran di RSSA ini kembali menjadi pengingat serius akan urgensi penerapan standar keselamatan dan proteksi kebakaran yang sangat ketat di fasilitas kesehatan. Rumah sakit, dengan karakteristiknya yang menampung pasien rentan, peralatan medis canggih, dan sistem operasional 24 jam, memerlukan sistem tanggap darurat yang tidak hanya matang tetapi juga terus dievaluasi dan diperbarui. Kejadian serupa di beberapa rumah sakit lain di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, seperti kebakaran di sebuah rumah sakit di Jakarta pada awal tahun lalu yang juga menyoroti masalah perawatan sistem kelistrikan dan jalur evakuasi, menunjukkan bahwa ini adalah isu nasional yang memerlukan perhatian berkelanjutan dari semua pihak terkait.
Oleh karena itu, penting bagi setiap fasilitas kesehatan untuk secara rutin melakukan:
- Audit dan pemeliharaan berkala terhadap instalasi listrik dan sistem gas medis.
- Pelatihan simulasi kebakaran dan evakuasi pasien secara terstruktur bagi seluruh staf.
- Penyediaan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan (APAR) serta sistem sprinkler yang berfungsi optimal.
- Penyusunan dan sosialisasi jalur evakuasi yang jelas dan mudah diakses.
- Pemeriksaan rutin terhadap kondisi peralatan dapur dan laundry yang berpotensi menjadi sumber api.
(Baca juga: Meningkatkan Keamanan di Fasilitas Medis: Panduan Lengkap Pencegahan Kebakaran)
Jaminan Layanan dan Langkah Pemulihan RS Saiful Anwar
Pasca-kebakaran, manajemen RSSA memastikan bahwa seluruh layanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya. Direktur Utama RSSA, Dr. Budi Santoso, mengungkapkan komitmen pihaknya untuk segera melakukan perbaikan di area yang terbakar serta meningkatkan kembali prosedur dan infrastruktur keamanan. “Kami akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas penyebabnya dan segera melakukan pemulihan. Prioritas utama kami adalah keselamatan pasien dan keberlangsungan pelayanan yang optimal. Kami juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan kebakaran dan pelatihan evakuasi bagi seluruh staf untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang,” ujar Dr. Budi, memberikan jaminan kepada publik.
Insiden ini diharapkan menjadi momentum bagi RSSA dan fasilitas kesehatan lainnya untuk terus berbenah dan memperkuat sistem mitigasi bencana, demi memberikan rasa aman dan layanan terbaik bagi seluruh pasien.