Menpora RI, Erick Thohir, saat memberikan sambutan dalam sebuah acara terkait pengembangan olahraga nasional. (Ilustrasi) (Foto: sports.okezone.com)
Kabar gembira datang untuk pencinta olahraga bola voli di Indonesia, khususnya bagi masyarakat Kalimantan Barat. Kota Pontianak, ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, secara resmi terpilih sebagai tuan rumah perhelatan akbar AVC Men’s Volleyball Champions League pada tahun 2026 mendatang. Keputusan prestisius ini disambut hangat oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, yang melihatnya sebagai momentum penting bagi pengembangan olahraga nasional.
Erick Thohir menyatakan apresiasinya yang tinggi atas kepercayaan Asia Volleyball Confederation (AVC) kepada Pontianak. “Terpilihnya Pontianak sebagai tuan rumah AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 adalah sebuah kehormatan besar dan menunjukkan kapasitas kita sebagai bangsa untuk menyelenggarakan event olahraga berskala internasional,” ujar Erick Thohir. Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan ajang sekelas Champions League di daerah akan memberikan dampak positif yang berlipat ganda, tidak hanya bagi prestasi olahraga tetapi juga bagi perekonomian lokal dan promosi pariwisata.
Visi Menpora untuk Pemerataan Olahraga Nasional
Terpilihnya Pontianak sebagai lokasi penyelenggaraan AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 sejalan dengan visi Menpora Erick Thohir untuk pemerataan dan desentralisasi event olahraga besar. Selama ini, banyak event internasional terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya. Dengan membawa kejuaraan ke daerah, Erick Thohir berharap dapat:
- Meningkatkan geliat ekonomi lokal melalui sport tourism dan konsumsi masyarakat.
- Membangkitkan semangat dan motivasi atlet-atlet daerah untuk berprestasi di kancah nasional maupun internasional.
- Mempercepat pembangunan dan peningkatan fasilitas olahraga di berbagai wilayah Indonesia.
- Membuka peluang bagi UMKM lokal untuk terlibat dalam penyelenggaraan event berskala global.
“Kita ingin semua daerah punya kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari sejarah olahraga Indonesia. Ini bukan hanya tentang voli, tetapi juga tentang bagaimana olahraga bisa menjadi motor penggerak pembangunan di segala lini,” tegasnya. Erick Thohir sebelumnya juga gencar menyuarakan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan federasi olahraga dalam mencapai tujuan tersebut, sebagaimana upaya yang telah dilakukan dalam penyelenggaraan berbagai ajang lain seperti Piala Dunia U-17 FIFA 2023 yang sukses diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia.
Dampak Positif bagi Pontianak dan Kalimantan Barat
Kepercayaan untuk menjadi tuan rumah turnamen tingkat Asia ini membawa berbagai implikasi positif bagi Pontianak dan Kalimantan Barat. Selain mendapatkan sorotan internasional, event ini diproyeksikan akan memberikan dorongan signifikan di beberapa sektor:
- Perekonomian Lokal: Kedatangan tim-tim peserta, ofisial, dan suporter dari berbagai negara akan memicu peningkatan okupansi hotel, transaksi di restoran, transportasi, dan pembelian oleh-oleh khas daerah. Ini akan menjadi suntikan vital bagi UMKM dan sektor pariwisata.
- Promosi Pariwisata: Pontianak akan terekspos ke mata dunia. Ini adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan kekayaan budaya, keindahan alam, dan keramahan masyarakat Kalimantan Barat kepada khalayak internasional, meningkatkan potensi investasi dan kunjungan wisata jangka panjang.
- Pengembangan Infrastruktur: Untuk memenuhi standar internasional, perbaikan dan peningkatan fasilitas olahraga, terutama GOR dan sarana pendukung lainnya, kemungkinan besar akan dilakukan. Hal ini akan meninggalkan warisan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat setempat setelah event berakhir.
- Peningkatan SDM: Penyelenggaraan event besar memerlukan keterlibatan banyak tenaga lokal, mulai dari relawan, panitia, hingga petugas keamanan. Ini akan menjadi ajang pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang manajemen event internasional.
- Inspirasi Olahraga: Kehadiran atlet-atlet voli top Asia akan menjadi inspirasi besar bagi generasi muda Pontianak dan Kalimantan Barat untuk lebih serius menekuni olahraga voli, bahkan berpotensi melahirkan bibit-bibit unggul di masa depan.
Persiapan Matang Menuju 2026
Dengan waktu persiapan yang relatif cukup, yakni hingga tahun 2026, pemerintah daerah Pontianak bersama Pengurus Besar Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga diharapkan dapat segera menyusun rencana strategis. Koordinasi yang solid antara semua pihak menjadi kunci utama untuk memastikan kesuksesan event ini. Aspek seperti kesiapan venue, akomodasi, transportasi, keamanan, hingga promosi dan sosialisasi perlu dipersiapkan secara detail dan komprehensif.
Terpilihnya Pontianak bukan hanya kebanggaan, melainkan juga amanah besar untuk menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah event olahraga kelas dunia secara merata di seluruh penjuru negeri. Diharapkan, AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 di Pontianak akan berjalan sukses dan meninggalkan jejak positif yang abadi bagi perkembangan olahraga serta perekonomian Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pengembangan olahraga nasional, Anda dapat mengunjungi situs resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga.