Pangeran Harry dan Meghan Markle, Duke dan Duchess of Sussex, dalam sebuah acara publik. Keduanya dilaporkan akan kembali bermukim di Inggris setelah enam tahun di Amerika Serikat. (Foto: nytimes.com)
LONDON – Kabar mengejutkan mengguncang lingkaran Kerajaan Inggris. Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle, Duke dan Duchess of Sussex, dikabarkan akan kembali bermukim di Inggris setelah enam tahun membangun kehidupan di Amerika Serikat. Informasi ini, menurut seorang sumber yang akrab dengan keputusan tersebut, mengindikasikan bahwa pasangan itu akan tetap mempertahankan status mereka sebagai bangsawan non-pekerja.
Keputusan ini muncul di tengah hubungan yang panjang dan tegang antara Duke dan Duchess dengan Raja Charles III serta anggota keluarga kerajaan lainnya. Jika kabar ini benar, langkah tersebut akan menandai babak baru yang signifikan dalam saga mereka, menimbulkan banyak pertanyaan mengenai masa depan peran mereka dan dinamika internal monarki.
Latar Belakang “Megxit” dan Kehidupan di Amerika
Pada awal tahun 2020, Pangeran Harry dan Meghan Markle membuat keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mundur dari tugas kerajaan senior mereka. Peristiwa ini kemudian dikenal secara luas sebagai “Megxit”. Pasangan itu menyatakan keinginan untuk menjalani kehidupan yang lebih independen secara finansial dan privasi yang lebih besar, jauh dari sorotan media Inggris yang intens.
Setelah pengumuman tersebut, mereka pindah ke Kanada untuk waktu singkat sebelum akhirnya menetap di Montecito, California, Amerika Serikat, bersama putra mereka, Pangeran Archie, dan kemudian putri mereka, Putri Lilibet. Selama enam tahun di AS, Harry dan Meghan membangun berbagai kemitraan media, termasuk kesepakatan dengan Netflix dan Spotify, serta terlibat dalam inisiatif filantropi melalui yayasan Archewell mereka. Mereka juga menerbitkan memoar Pangeran Harry, “Spare”, yang secara eksplisit mengungkap ketegangan dan pengalaman pribadi dalam keluarga kerajaan.
Hubungan yang Semakin Tegang
Hubungan antara Harry, Meghan, dan Keluarga Kerajaan Inggris telah lama menjadi subjek spekulasi dan pemberitaan intensif. Wawancara kontroversial mereka dengan Oprah Winfrey pada tahun 2021, di mana mereka membuat tuduhan serius terhadap monarki, semakin memperdalam keretakan. Buku “Spare” karya Pangeran Harry juga menyoroti konflik pribadi, terutama dengan kakaknya, Pangeran William, serta perasaannya terhadap Ratu Camilla.
Meskipun ada upaya rekonsiliasi sesekali, seperti kunjungan Harry ke Inggris setelah diagnosis kanker Raja Charles III, tampaknya hubungan tersebut masih jauh dari pulih sepenuhnya. Keputusan untuk kembali ke Inggris, bahkan dengan status non-pekerja, bisa menjadi upaya untuk memperbaiki jembatan yang rusak, atau justru menimbulkan kompleksitas baru dalam dinamika keluarga.
Implikasi Status Bangsawan Non-Pekerja
Menurut sumber, Pangeran Harry dan Meghan akan tetap menjadi bangsawan non-pekerja. Ini berarti mereka tidak akan mewakili monarki dalam acara-acara resmi atau menerima dana publik untuk tugas-tugas tersebut. Status ini memiliki beberapa implikasi penting:
- Keuangan: Mereka akan terus bertanggung jawab penuh atas keuangan mereka sendiri, seperti yang telah mereka lakukan di AS.
- Keamanan: Masalah keamanan, yang menjadi salah satu alasan utama mereka pindah, akan kembali menjadi sorotan. Apakah mereka akan mendapatkan kembali perlindungan polisi yang didanai pembayar pajak, atau harus membiayainya sendiri?
- Peran Publik: Kegiatan mereka kemungkinan akan tetap berfokus pada proyek-proyek pribadi dan filantropi, terpisah dari agenda resmi kerajaan.
- Interaksi Keluarga: Kembali ke Inggris secara fisik mungkin akan meningkatkan frekuensi interaksi mereka dengan anggota keluarga kerajaan lainnya, meskipun sifat interaksi tersebut masih belum jelas.
Kembalinya mereka ke tanah kelahiran Pangeran Harry tentu akan menarik perhatian besar dari media dan publik. Banyak yang bertanya-tanya apakah kepindahan ini adalah respons terhadap tantangan yang mereka hadapi dalam karier media mereka di AS, atau mungkin keinginan untuk lebih dekat dengan Raja Charles dan keluarga, terutama mengingat masalah kesehatan Raja dan Putri Kate Middleton.
Sejarah hubungan Pangeran Harry dan Meghan dengan media Inggris yang kurang harmonis telah terdokumentasi dengan baik. Kembalinya mereka ke lingkungan tersebut akan membutuhkan navigasi yang hati-hati, baik dari pihak pasangan maupun Istana Buckingham. Publik Inggris dan pengamat kerajaan akan mengawasi dengan cermat bagaimana dinamika ini berkembang dan apa artinya bagi masa depan monarki modern.