Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, memaparkan model pembiayaan syariah inklusif di hadapan delegasi D-8 pada Halal Expo Indonesia 2026 di Jakarta. (Foto: foto.okezone.com)
JAKARTA – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengambil panggung utama di Halal Expo Indonesia (HEI) 2026, memamerkan model pembiayaan syariah inklusifnya yang telah berhasil memberdayakan jutaan pengusaha ultra mikro. Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, memaparkan strategi inovatif ini kepada delegasi dari sembilan negara anggota Developing Eight (D-8) pada 9 Juli 2026. Kehadiran PNM menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam ekosistem keuangan syariah global, menawarkan solusi nyata untuk pengentasan kemiskinan melalui pendekatan yang adil dan berkelanjutan.
Dalam sesi HEI Talk bertajuk ‘Social Collateral, Real Impact: Rethinking Poverty Alleviation through Islamic Finance’, Lalu Dodot Patria Ary menjelaskan bagaimana keuangan syariah dapat menjadi instrumen efektif untuk mengatasi kemiskinan, asalkan dirancang secara inklusif dan mampu menjangkau lapisan masyarakat terbawah. PNM, melalui produk unggulannya Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), telah membuktikan konsep ini dengan melayani 16,1 juta nasabah di seluruh Indonesia, mayoritas adalah perempuan pelaku usaha ultra mikro.
Model Pembiayaan Syariah PNM: Solusi Inklusif Tanpa Agunan
Model pembiayaan PNM Mekaar berlandaskan pada prinsip keuangan syariah yang mengedepankan keadilan dan kebermanfaatan. Berbeda dengan lembaga keuangan konvensional yang seringkali mensyaratkan agunan, PNM Mekaar menerapkan konsep ‘social collateral’ atau agunan sosial. Pendekatan ini memungkinkan perempuan prasejahtera yang tidak memiliki aset berharga untuk mendapatkan akses modal usaha.
- Agunan Sosial: Pembiayaan diberikan kepada kelompok nasabah yang saling mengenal dan bertanggung jawab secara kolektif. Solidaritas kelompok menjadi jaminan utama.
- Tanpa Riba: Sesuai prinsip syariah, PNM Mekaar menggunakan skema bagi hasil atau murabahah (jual beli dengan margin), menghindari bunga yang dianggap riba.
- Pendampingan Berkelanjutan: Selain modal, nasabah juga menerima pelatihan dan pendampingan rutin, meningkatkan kapasitas usaha dan literasi keuangan mereka.
- Fokus pada Perempuan: Mayoritas nasabah Mekaar adalah perempuan, yang terbukti lebih disiplin dalam pengelolaan keuangan dan memiliki dampak positif berantai pada kesejahteraan keluarga dan komunitas.
Strategi ini telah membuka pintu bagi jutaan individu untuk memulai atau mengembangkan usaha kecil mereka, mulai dari berjualan makanan, kerajinan tangan, hingga jasa, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan pendapatan keluarga dan ekonomi lokal.
Dari Sosial Kolateral Menuju Pemberdayaan Ekonomi
Konsep ‘social collateral’ telah terbukti sangat efektif dalam menjembatani kesenjangan akses keuangan bagi kelompok ultra mikro. Ketika agunan fisik tidak memungkinkan, kepercayaan dan tanggung jawab kelompok menjadi pondasi kuat bagi keberlanjutan pinjaman. PNM percaya bahwa setiap individu, terlepas dari latar belakang ekonomi, memiliki potensi untuk berwirausaha dan membutuhkan dukungan yang tepat. Melalui pendekatan ini, PNM tidak hanya menyalurkan modal, tetapi juga membangun kemandirian, kepercayaan diri, dan jaringan sosial yang kuat di antara nasabah.
Keberhasilan PNM dalam inovasi pembiayaan ini bukan hal baru. Sebelumnya, PNM juga telah meraih penghargaan atas komitmennya terhadap inovasi keuangan digital. (Baca juga: PNM Mekaar Raih Penghargaan Inovasi Keuangan Digital 2025)
Mendorong Ekonomi Halal Global Melalui Kerja Sama D-8
Delegasi D-8, yang terdiri dari Bangladesh, Malaysia, Turki, Mesir, Nigeria, Pakistan, Iran, Azerbaijan, dan Indonesia, menunjukkan minat besar terhadap model PNM. Negara-negara anggota D-8, yang merupakan kelompok negara berkembang dengan mayoritas populasi Muslim, mencari solusi inovatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan mengembangkan sektor ekonomi halal. Paparan Lalu Dodot Patria Ary di Halal Expo Indonesia 2026 menjadi platform penting untuk berbagi praktik terbaik dan memfasilitasi kerja sama antarnegara dalam pengembangan keuangan syariah.
Halal Expo Indonesia sendiri merupakan ajang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah global. Dengan kekayaan sumber daya dan pasar domestik yang besar, Indonesia terus berupaya menjadi pemain kunci dalam industri halal dunia, mulai dari produk makanan, fesyen, pariwisata, hingga layanan keuangan. (Kunjungi situs resmi D-8 untuk informasi lebih lanjut tentang kerja sama ekonomi: developing8.org)
Prospek dan Tantangan Keuangan Syariah di Indonesia
Pengalaman PNM menunjukkan bahwa keuangan syariah memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi. Namun, tantangan tetap ada, termasuk literasi keuangan syariah yang masih perlu ditingkatkan di masyarakat dan kebutuhan untuk terus berinovasi dalam produk dan layanan. PNM berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas layanannya, memastikan bahwa semakin banyak pengusaha ultra mikro memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Keberhasilan ini tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan individu, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional secara keseluruhan.