(Foto: cnnindonesia.com)
Masjid terbesar di Australia, Lakemba Mosque di barat daya Sydney, kini memperketat pengamanan secara signifikan setelah menerima serangkaian surat ancaman melalui pos. Tindakan ini diambil menyusul diterimanya surat ancaman ketiga, hanya beberapa hari menjelang masuknya bulan suci Ramadan yang sangat dinanti oleh jutaan umat Muslim di seluruh dunia.
Insiden yang mengkhawatirkan ini telah memicu kekhawatiran serius di kalangan komunitas Muslim setempat dan pihak berwenang. Surat-surat tersebut, yang dikirim secara anonim atau dikenal sebagai ‘surat kaleng’, berisi pesan-pesan intimidasi yang tidak spesifik namun berpotensi memecah belah dan mengancam keselamatan jemaah serta staf masjid. Pihak manajemen masjid segera melaporkan temuan ini kepada Kepolisian New South Wales (NSW) untuk penyelidikan lebih lanjut, menyadari urgensi situasi menjelang periode ibadah intensif.
### Peningkatan Keamanan dan Respons Cepat
Sebagai respons cepat terhadap ancaman yang berulang, Lakemba Mosque, yang menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi ribuan Muslim di Sydney, telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk memperkuat protokol keamanan mereka. Ini termasuk peningkatan patroli keamanan di sekitar kompleks masjid, pemasangan kamera pengawas tambahan, serta pelatihan staf untuk menghadapi potensi insiden yang tidak diinginkan. Koordinator Keamanan Masjid, Bapak Ahmad Fahmi, dalam sebuah pernyataan, menegaskan komitmen masjid untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan para jemaah.
“Kami tidak akan membiarkan tindakan pengecut seperti ini mengganggu ketenangan ibadah kami, terutama di bulan Ramadan. Keamanan jemaah adalah prioritas utama kami,” ujar Fahmi. “Kami bekerja sama erat dengan NSW Police dan lembaga keamanan lainnya untuk memastikan setiap langkah yang diperlukan telah diambil.”
Pihak kepolisian telah mengonfirmasi bahwa mereka tengah menyelidiki insiden ini dengan serius. Detektif dari command area setempat telah dikerahkan untuk menganalisis sidik jari, jejak digital, dan potensi motif di balik pengiriman surat-surat ancaman ini. Polisi juga menyerukan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang mereka lihat di sekitar masjid atau fasilitas keagamaan lainnya.
### Kekhawatiran Komunitas Muslim Menjelang Ramadan
Penerimaan ancaman bertubi-tubi ini membayangi persiapan komunitas Muslim untuk menyambut Ramadan, bulan yang penuh refleksi, doa, dan kebersamaan. Bulan Ramadan merupakan waktu di mana aktivitas masjid meningkat drastis, dengan ribuan jemaah datang untuk salat tarawih, buka puasa bersama, dan berbagai program keagamaan lainnya. Insiden ini berpotensi menimbulkan kecemasan dan menghambat jemaah untuk beribadah dengan tenang.
Seorang jemaah, Fatima Malik, mengungkapkan kekhawatirannya. “Rasanya sedih sekali harus beribadah dengan perasaan was-was. Seharusnya masjid adalah tempat yang aman untuk semua,” katanya. Namun, ia juga menambahkan bahwa insiden ini tidak akan menyurutkan semangat mereka untuk beribadah.
Dewan Imam Nasional Australia (ANIC) juga telah mengeluarkan pernyataan yang mengutuk keras tindakan ancaman tersebut dan menyerukan persatuan serta ketahanan komunitas. Mereka mengingatkan bahwa insiden serupa, meskipun jarang terjadi, pernah dialami oleh beberapa rumah ibadah lain di Australia, menyoroti pentingnya dialog antaragama dan toleransi dalam masyarakat multikultural.
### Seruan untuk Toleransi dan Persatuan
Ancaman terhadap tempat ibadah seperti Lakemba Mosque bukan hanya serangan terhadap komunitas Muslim, tetapi juga terhadap nilai-nilai toleransi dan kerukunan beragama yang dijunjung tinggi di Australia. Insiden ini menggemakan kekhawatiran tentang potensi peningkatan sentimen Islamofobia atau kebencian berbasis agama yang terkadang muncul di berbagai belahan dunia, termasuk Australia.
Pemerintah daerah dan sejumlah pemimpin agama dari berbagai latar belakang telah menyatakan solidaritasnya kepada komunitas Muslim Lakemba. Mereka menegaskan bahwa tindakan intimidasi tidak memiliki tempat dalam masyarakat Australia yang inklusif dan beragam. Ini bukan kali pertama Masjid Lakemba menghadapi tantangan, namun setiap kali, komunitasnya selalu menunjukkan kekuatan dan ketahanan.
Pihak berwenang mengimbau siapa pun yang memiliki informasi terkait insiden ini untuk segera menghubungi Crime Stoppers di 1800 333 000. Setiap informasi, sekecil apa pun, dapat membantu penyelidikan dan mencegah insiden serupa di masa mendatang. Perlindungan kebebasan beragama dan keamanan setiap warga negara merupakan landasan penting masyarakat Australia, dan ancaman seperti ini akan ditindak tegas oleh hukum. Informasi lebih lanjut tentang pelaporan kejahatan rasial dapat ditemukan di situs resmi Kepolisian New South Wales. (NSW Police Hate Crime Reporting – *link placeholder*)